Target 1 Juli 2026: Indonesia Siap Implementasikan Mandatori Biodiesel B50

oleh -224 Dilihat

KILASJATENG.ID – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan langkah menuju kemandirian energi nasional. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa implementasi penuh mandatori Biodiesel 50 (B50) ditargetkan mulai berjalan pada 1 Juli 2026.

Saat ini, proses uji coba pencampuran 50% minyak kelapa sawit (CPO) ke dalam solar tersebut diklaim telah mencapai progres 60% hingga 70% di berbagai sektor transportasi dan alat berat.

Progres Uji Coba dan Target Finalisasi
Bahlil menjelaskan bahwa pengujian teknis dilakukan secara komprehensif pada moda transportasi strategis, meliputi:

1. Kendaraan bermotor.

2. Kereta api dan kapal laut.

3. Alat berat sektor industri.

“Hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah pada taraf 60 sampai 70 persen. Insya Allah, bulan Mei-Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan pada 1 Juli,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).

Baca Juga  Pastikan Produktivitas, Kemendikdasmen Terapkan Skema Pengawasan Ketat WFH ASN Setiap Jumat

Misi “Survival Mode” dan Ketahanan Energi
Kebijakan B50 dipandang bukan sekadar program bauran energi biasa, melainkan strategi bertahan (survival mode) Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan memaksimalkan sumber daya domestik, pemerintah optimistis dapat menekan ketergantungan pada impor solar.

Selain fokus pada B50, Bahlil memastikan stok energi nasional saat ini dalam kondisi aman:

Cadangan BBM: Berada di atas 20 hari.

Cadangan LPG: Berada di atas 10 hari.

Target Tambahan: Pemerintah tengah mengupayakan penambahan cadangan penyangga dari Karimun selama 7 hari untuk mengejar target cadangan nasional hingga satu bulan.

Efisiensi Ekonomi: Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Senada dengan Kementerian ESDM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti dampak ekonomi positif dari kebijakan ini. Implementasi B50 diproyeksikan mampu mengurangi penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter (kl) per tahun.

Baca Juga  BPH Migas Pastikan Pasokan BBM dan Gas di Tarakan Aman Selama Ramadan & Idulfitri 2026

“Kebijakan B50 ini berpotensi menghemat subsidi senilai Rp48 triliun dalam kurun waktu enam bulan,” ungkap Airlangga. Ia juga memastikan bahwa PT Pertamina secara infrastruktur telah siap untuk menjalankan mandatori ini.

Tantangan Produksi
Meski progres berjalan positif, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan besar pada kapasitas produksi biodiesel. Penyesuaian pabrik-pabrik biodiesel di seluruh Indonesia terus dikebut agar mampu memenuhi permintaan pasar saat regulasi resmi diberlakukan tahun depan. (RYH)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News