1.600 Guru Muhammadiyah Boyolali Konsolidasi Besar, Perkuat Barisan Pendidikan

oleh -1 Dilihat
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM), Pujiono, saat memberi penjelasan kepada wartawan pada acara Konsolidasi Guru di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Agatha Janendra)
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM), Pujiono, saat memberi penjelasan kepada wartawan pada acara Konsolidasi Guru di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: Agatha Janendra)

KILASJATENG.ID- Ribuan guru Muhammadiyah di Kabupaten Boyolali menggelar konsolidasi besar dalam momentum halal bihalal yang berlangsung di Semar Resto Boyolali, Senin 30 Maret 2026.

Sebanyak 1.600 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, ustaz, hingga karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hadir dalam kegiatan tersebut.
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Mengukuhkan Barisan Guru Muhammadiyah”, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat soliditas jaringan pendidikan Muhammadiyah di tingkat daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali Ali Muhson, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Boyolali Drs. Kamtar, serta Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Boyolali Pujiono.

Baca Juga  Reni Astuti Tekankan Kehati-hatian dalam Kebijakan Pendidikan: Tatap Muka Tetap Pilihan Utama

Ketua panitia, Pujiono, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik penting dalam memperkuat barisan guru Muhammadiyah agar semakin solid dan terorganisir.

“Ini bukan hanya halal bihalal, tapi konsolidasi besar. Kami ingin barisan guru Muhammadiyah semakin kuat dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan,” ujar Pujiono.

Ia menambahkan, sinergi antarpendidik dan lembaga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bambang Susanto menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

“Peran guru Muhammadiyah sangat strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak. Kekompakan dan profesionalisme harus terus dijaga,” kata Bambang.

Baca Juga  Reni Astuti Tekankan Kehati-hatian dalam Kebijakan Pendidikan: Tatap Muka Tetap Pilihan Utama

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah.

“Pemkab Boyolali akan terus mendukung penguatan mutu pendidikan. Muhammadiyah telah terbukti melahirkan banyak siswa berprestasi hingga tingkat nasional,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa jaringan pendidikan Muhammadiyah di Boyolali tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga solid dalam visi membangun generasi unggul yang berdaya saing dan berakhlak mulia.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News