KILASJATENG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada November 2025 sebesar US$ 14,89 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 26,18 persen dibandingkan periode yang sama pada November 2024.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, mengatakan impor DIY pada November 2025 masih didominasi oleh kelompok bahan baku dan penolong.
“Impor DIY didominasi kelompok bahan baku dan penolong dengan andil sebesar 92,14 persen dari total impor,” ujar Herum, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, penurunan impor secara tahunan disebabkan oleh kontraksi impor bahan baku dan penolong. Pada November 2025, kelompok tersebut tercatat mengalami penurunan sebesar 24,62 persen dibandingkan November tahun sebelumnya.
Adapun komoditas utama impor bahan baku dan penolong antara lain kain rajutan dengan pangsa sebesar 23,57 persen. Komoditas ini tercatat mengalami penurunan impor sebesar 24,84 persen.
Selain itu, komoditas kereta api, trem, dan bagiannya memiliki pangsa impor sebesar 20,42 persen dan mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 39,20 persen. Sementara komoditas filamen buatan mencatat pangsa 8,06 persen dengan penurunan impor sebesar 5,51 persen.
Meski demikian, secara kumulatif nilai impor DIY sepanjang periode Januari hingga November 2025 tercatat meningkat sebesar 1,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Herum menyebutkan, pertumbuhan impor tersebut terutama disumbang oleh kelompok bahan baku dan penolong yang memberikan kontribusi sebesar 89,39 persen terhadap total impor DIY. (TYC)

