Pemprov Jateng Kucurkan Rp260 Juta untuk Pulihkan Akses Desa Tempur Jepara

oleh -379 Dilihat
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1/2026). (Foto: Diskominfo Jepara)

KILASJATENG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan bantuan sebesar Rp260 juta untuk memulihkan akses Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang terdampak bencana longsor. Bantuan tersebut diserahkan saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi longsor, Selasa (13/1/2026).

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari pengecekan menyeluruh terhadap wilayah Jawa Tengah yang terdampak bencana alam. Penanganan difokuskan pada sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati.

“Saya dan Pak Wakil Gubernur melakukan pengecekan termasuk penanganan di beberapa kabupaten/kota yang terdampak, yang pertama Kudus, Jepara, kemudian Pati,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, dampak terparah terjadi di Desa Tempur yang dihuni sekitar 3.600 kepala keluarga. Longsor sempat mengakibatkan desa tersebut terisolasi akibat terputusnya akses jalan utama.

Namun, berkat kerja cepat tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, TNI, dan Polri, akses menuju Desa Tempur mulai terbuka. Saat ini, jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

Baca Juga  RESMI! John Herdman Jadi Nakhoda Baru Timnas Indonesia, PSSI Targetkan Level Dunia

“Sehingga aksesnya bisa diterobos dengan kendaraan roda dua,” katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa alat berat telah dikerahkan dari Pusdataru dan Pemprov Jawa Tengah untuk mempercepat proses penanganan. Kendala utama di lapangan masih dipengaruhi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi selama lima hari berturut-turut.

“Karena hujan tinggi sudah lima hari berturut-turut, dari gunung airnya turun semua. Jadi perlu rencana lebih komprehensif, terutama penanganan sungainya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana penanganan ke depan mencakup pengalihan aliran sungai sebelum pembangunan jalan permanen dilakukan. Sungai yang berada di sisi kanan jalan akan ditata agar tidak kembali menggerus badan jalan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, pemerintah telah menyiapkan dapur umum serta jalur jalan setapak. Jalur tersebut saat ini sudah dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor.

Meski kebutuhan pangan warga dinilai masih mencukupi, perhatian khusus diberikan pada sektor pendidikan. Anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMP masih berada di Desa Tempur dan memerlukan dukungan agar proses belajar tetap berjalan.

Baca Juga  Barcelona Siap Hadapi Athletic Club di Semifinal Piala Super Spanyol 2026

“Yang perlu kita backup adalah anak-anak sekolah. Untuk SMA mungkin akan kita datangkan guru,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap bencana yang menimpa wilayahnya.

“Kami berterima kasih atas perhatian langsung dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Kehadiran beliau menjadi semangat bagi warga dan relawan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan bencana berjalan menyeluruh.

“Kami memastikan penanganan tidak hanya fokus pada akses jalan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan keselamatan warga,” tuturnya. (BCQ)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News