Banjir Rendam Kudus, Anak-Anak Jadikan Genangan Air Arena Bermain

oleh -323 Dilihat
Anak-anak asyik bermain di genangan banjir menggunakan ban di Desa Bulungan Timur, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026)

KILASJATENG.ID – Genangan banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berubah menjadi arena bermain anak-anak di salah satu kawasan permukiman. Di tengah lumpuhnya aktivitas warga akibat banjir, tawa anak-anak justru memecah suasana.

Banjir melanda Kabupaten Kudus pada Selasa (13/1/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Luapan air menggenangi permukiman warga dan membuat sebagian besar aktivitas masyarakat terhenti.

Akibat banjir yang belum surut, sejumlah siswa terpaksa tidak masuk sekolah. Namun, di Desa Bulung Timur, Kecamatan Jekulo, anak-anak justru memanfaatkan genangan air sebagai tempat bermain.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang dibagikan akun TikTok @kasirgendud_. Dalam video itu terlihat anak-anak bermain air banjir berwarna kecokelatan di lingkungan permukiman yang terendam.

Anak-anak, mulai dari balita hingga siswa sekolah dasar kelas enam, tampak larut dalam kegembiraan. Mereka membawa ban bekas mobil dan menggunakannya layaknya wahana kolam renang dadakan.

Bahkan, sebagian anak terdengar berharap hujan turun lebih deras agar genangan semakin tinggi dan sekolah kembali diliburkan. Mendengar hal tersebut, pemilik akun langsung meluruskan ucapan anak-anak saat siaran langsung.

“Jangan doa begitu, nanti malah banjir. Doakan air cepat surut ya,” ujarnya dalam siaran TikTok, Selasa (13/1/2026).

Di sisi lain, kondisi ini memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak. Warga diimbau meningkatkan pengawasan karena air banjir berisiko membawa arus, menutupi lubang di jalan, serta mengandung benda-benda berbahaya.

Sementara itu, hujan yang belum mereda justru memperluas dampak banjir di Kabupaten Kudus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat hingga Selasa pagi, sebanyak 23 desa di enam kecamatan terendam banjir.

Baca Juga  Tarif Tol Ngawi-Kertosono Naik Mulai 5 Januari 2026, Simak Informasinya

Kondisi tersebut memaksa otoritas setempat menyiagakan posko pengungsian dan dapur umum. Fasilitas darurat diaktifkan di balai desa serta sejumlah gedung pemerintah untuk melayani warga terdampak.

BPBD mencatat sebanyak 32.387 jiwa terdampak banjir yang tersebar di 23 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Kudus.

Selain merendam permukiman, banjir juga kembali memutus jalur logistik nasional. Ruas Jalur Pantura Kudus–Pati terendam akibat luapan Sungai Dawe yang membawa kiriman air dari lereng Pegunungan Muria. Akibatnya, kemacetan panjang dilaporkan terjadi, sementara kendaraan besar diminta ekstra berhati-hati saat melintas. (WQH)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News