Tak Diperkuat Pemain Asing, KBS Ditekuk RANS 63-101

oleh -1 Dilihat

KILASJATENG.ID- Kesatria Bengawan Solo (KBS) membuka kiprahnya di Indonesian Basketball League (IBL) 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Tanpa diperkuat pemain asing, KBS harus menyerah dari RANS Simba Bogor pada laga perdana yang berlangsung di GOR Sritex, Solo, Sabtu 10 Januari 2026.

Dalam pertandingan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut, tim tuan rumah kalah mencolok dengan skor 63–101. KBS hanya menurunkan sembilan pemain lokal lantaran tiga pemain asingnya belum dapat dimainkan akibat kendala administrasi.

Pelatih Kepala KBS, Anthony Garbelotto, mengakui kondisi tersebut membuat pertandingan berjalan sangat berat sejak awal. Ia menyebut masih belum mendapat penjelasan jelas mengenai alasan absennya pemain asing timnya.

“Saya harus jujur, situasi ini cukup memukul. Sampai sekarang saya belum mengetahui secara pasti mengapa pemain asing kami tidak bisa bermain,” kata Anthony seusai laga.

Meski demikian, Anthony tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya, terutama pada paruh pertama pertandingan.

“Saya pikir kami bermain sangat baik di babak pertama, bahkan mampu menjaga pertandingan tetap kompetitif meski menghadapi tim dengan pemain asing,” ujarnya.

Masalah mulai muncul pada awal babak kedua ketika kondisi fisik para pemain KBS menurun drastis.

Baca Juga  Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Juara Bersama Pelatih Anyar

“Setelah free throw pertama di babak kedua, kami seperti kehilangan ritme. Kelelahan terlihat jelas karena pemain harus bermain dengan menit panjang melawan lawan yang lebih besar, ditambah beberapa pemain belum sepenuhnya pulih dari cedera,” jelas Anthony.

Tiga pemain asing KBS—Kentrell Barkley, Rashad Deandre Vaughn, dan Deon Marshall Thomson—tidak dapat dimainkan karena belum memenuhi kelengkapan dokumen sesuai regulasi IBL. Situasi ini membuat Anthony merasa kecewa.

“Saya bangga dengan para pemain. Namun dari sisi organisasi, ini membingungkan. Selama empat tahun saya berada di liga ini, pernah ada situasi di mana pemain diizinkan bermain tanpa visa. Kali ini tidak, dan itu sangat disayangkan,” ungkapnya.

Ia menilai absennya pemain asing merugikan kualitas pertandingan. “Jika kami tampil dengan kekuatan penuh, laga ini tentu akan berbeda. Seharusnya pertandingan bisa berjalan lebih seimbang dan menarik,” tegasnya.

Di kubu lawan, Pelatih Kepala RANS Simba Bogor, Brian Maurice Rowsom, menyatakan timnya mampu memaksimalkan situasi untuk mengamankan kemenangan.

“Kami tetap bermain dengan semangat tinggi. Fokus kami adalah memperbaiki permainan dari dalam tim sendiri, dan yang terpenting kami meraih kemenangan,” ujar Rowsom.

Namun, ia juga mengaku absennya pemain asing KBS menjadi hal yang disayangkan. Menurutnya, RANS telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi ketiga pemain tersebut.

Baca Juga  Resmi Terbentuk, ORADO Deklarasikan Domino Jadi Olahraga Nasional

“Sejujurnya ini cukup mengecewakan, karena kami sudah bersiap menghadapi mereka. Jika ketiga pemain asing itu bermain, pertandingan pasti akan jauh berbeda. Mereka pemain bagus dan akan sangat membantu Solo sepanjang musim,” katanya.

Sementara itu, Manager Games Operation IBL, Gracia Ken, menegaskan keputusan tidak memperbolehkan pemain asing KBS tampil sudah sesuai regulasi dan hasil kesepakatan dalam technical meeting.

Mengacu pada Peraturan Pertandingan IBL versi 10 Bab III Pasal 5 ayat 2, pemain asing wajib memiliki visa kerja dan KITAS sebagai syarat tampil di pertandingan resmi.

Dalam technical meeting, KBS mendaftarkan 12 pemain, termasuk tiga pemain asing. Namun, telah disepakati bahwa jika hingga 90 menit sebelum tip-off dokumen pemain asing belum diterima oleh pihak liga, maka hanya pemain yang memenuhi persyaratan administrasi yang dapat dimainkan.

Karena hingga batas waktu tersebut dokumen ketiga pemain asing belum lengkap, KBS akhirnya hanya dapat tampil dengan sembilan pemain lokal pada laga pembuka musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News