KILASJATENG.ID-Kesatria Bengawan Solo (KBS) menatap kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) Gopay 2026 dengan ambisi besar. Tim kebanggaan Kota Solo itu secara tegas menargetkan gelar juara setelah melakukan persiapan matang, termasuk mendatangkan pelatih dan sejumlah pemain baru.
Presiden KBS, Yakup Hasibuan, menyampaikan bahwa panjangnya masa off season dimanfaatkan manajemen untuk membangun tim secara lebih serius. Latihan intensif sudah dilakukan sejak Oktober, meski pemain asing baru bergabung pada Desember.
“Persiapan kami cukup panjang dan terencana. Walaupun pemain asing datang belakangan, kami yakin seluruh proses sudah dilakukan semaksimal mungkin. Target kami jelas, juara, dan kami tidak sabar memulai musim ini,” ujar Yakup saat Media Day di GOR Sritex Arena, Jumat (9/1/2026).
Menurut Yakup, target tersebut realistis melihat peningkatan kualitas skuad dibanding musim sebelumnya. KBS juga konsisten menembus babak playoff dalam dua musim terakhir, sehingga pada musim ketiga ini ambisi meraih gelar juara dinilai wajar.
“Musim pertama kami target semifinal, musim kedua final. Sekarang, dengan banyak perubahan di susunan pemain dan tim pelatih, target championship adalah langkah berikutnya,” tambahnya.
Salah satu perubahan penting adalah penunjukan Anthony Garbelotto sebagai kepala pelatih. Yakup mengungkapkan bahwa manajemen KBS telah lama mengamati pelatih asal Inggris tersebut sejak menukangi Bali United Basketball hingga RANS Simba Bogor.
“Bukan hanya karena kami sempat kalah dari RANS, tetapi kami melihat strategi Coach Tony sangat sesuai dengan karakter pemain dan visi KBS,” jelas Yakup.
Ia pun optimistis kehadiran Garbelotto mampu membawa dampak positif, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Coach Tony punya pendekatan yang baik, termasuk membangun kedekatan dengan fans. Kami melihat ada chemistry yang kuat. Laga perdana melawan RANS akan jadi pembuktian awal,” katanya.
Sementara itu, pelatih kepala KBS, Anthony Garbelotto, menegaskan bahwa fokus awalnya adalah membawa tim menembus empat besar dengan performa yang lebih solid.
“Dua musim lalu kami masuk empat besar, tetapi kali ini kami ingin mencapainya dengan fondasi yang kuat. Setelah itu, target semifinal dan peluang ke final tentu terbuka,” ujarnya.
Garbelotto menambahkan bahwa tugasnya di KBS tidak hanya untuk satu musim, melainkan membangun struktur tim jangka panjang agar mampu bersaing dengan klub-klub papan atas IBL.
“Kami ingin menciptakan tim yang siap menantang klub-klub besar seperti Dewa United, Pelita Jaya, Satria Muda, hingga Borneo. Ini tentang membangun infrastruktur dan budaya juara,” pungkasnya.*


