Gagal Menang di Kandang, Laga Persis Solo vs De Red FC Berakhir Skor Kacamata

oleh -2 Dilihat

KILASJATENG.ID- Persis Solo kembali gagal mempersembahkan kemenangan di hadapan publik sendiri saat ditahan imbang De Red FC dengan skor kacamata alias 0-0 dalam lanjutan Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu 11 Oktober 2026 sore.

Hasil 0-0 ini membuat kedua tim gagal meraih poin penuh dan harus puas berbagi poin 1.

Sejak awal laga, kedua kesebelasan tampil saling menyerang. Namun, upaya yang dibangun belum menghasilkan peluang bersih yang mampu mengubah kedudukan.

Di babak pertama De Red FC sempat memperoleh dua peluang emas di depan gawang Persis Solo. Namun belum bisa dikonversi menjadi gol.

Di babak kedua pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan permainan sekaligus menyesuaikan strategi. Namun kedua tim belum juga mampu memecahkan kebuntuan. Persis Solo sejatinya memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol lebih dulu namun nyatanya papan skor masih bertahan 0-0.

Persis sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk mengamankan kemenangan. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang-peluang tersebut terbuang. Gol yang diharapkan juga tidak tercipta setelah satu gol Persis Solo dianulir melalui pemeriksaan VAR

Tambahan waktu lima menit pada babak kedua tetap tidak mengubah skor. Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo dan De Red FC harus menerima hasil imbang 0-0.

Baca Juga  Tumbuhkan Kecintaan Bulutangkis Sejak Dini di Kota Solo

Menanggapi hasil ini Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson mengatakan permainan anak asuhnya sejujurnya mengalami perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya. Namun diakuinya selama laga pemain masih kesulitan untuk mencetak gol.

“Pertama-tama kita sudah melakukan banyak perbaikan di minggu ini, sehingga menurut saya anak-anak tampil jauh lebih baik di game-game sebelumnya. Kami bisa kontrol bola, kami bisa kontrol game, kami coba bermain dari bawah. Ya, beberapa struktur yang kita bikin juga sebenarnya cukup berjalan. Hanya memang eee kita sangat punya problem finishing touch, ya,” ujar Ricky Nelson dalam konferensi pers seusai laga.

Ia mengakui jika pemain bisa mengeksekusi dengan baik maka di laga kandang kali ini setidaknya ada satu dua gol yang bisa dicetak.

“Kita lihat terutama di babak kedua banyak peluang gol yang bisa jadi satu dua gol tapi ya, sangat disayangkan anak-anak kurang tenang dalam finishing dan juga ya, sangat disayangkan juga kita harus di-VAR gol kita sehingga tidak bisa jadi dapat 3 poin. Karena itu ini yang akan menjadi fokus evaluasi kita untuk laga selanjutnya,” ucap Ricky.

Sementara itu, pelatih De Red FC, Aji Santosa mengaku puas bisa membawa satu poin dari laga tandang menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan. Meski menurutnya akan lebih baik jika mampu menang dan mendapatkan tiga poin penuh.

Baca Juga  Bea Cukai Surakarta dan Pemkot Solo Musnahkan 12,8 juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan Bersama

“Pertandingan away mendapatkan nilai satu menurut saya tidak terlalu jelek ya. Memang target kami di sini bisa mendapatkan poin. Alhamdulillah itu tercapai meskipun satu. Sebenarnya kami sendiri sih menginginkan poin tiga, tapi memang pertandingan berjalan sangat alot, jual beli serangan kedua tim. Yang jelas poin away ini akan menjadi modal baik untuk pertandingan berikutnya melawan Barito di kandang,” kata dia.

Terkait strategi permainan, Aji mengatakan jika di 10 menit akhir memang menginstruksikan pemain untuk lebih melakukan compact defense di lapangan tengah dan melakukan counter attack agar bisa mencetak gol lebih dulu. Namun sayangnya belum bisa berjalan maksimal.

“Dan itu beberapa kali cukup sukses terbukti ada beberapa kali shooting ke gawang lawan ketika kami melakukan compact defense dan melakukan counter attack, terutama dari samping kiri penyerangan kami. Tapi ya belum bisa gol sayangnya,” pungkas Aji.*

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News