KILASJATENG.ID- Kendal Tornado FC kembali meraih kemenangan usai membantai PSBS Biak dengan skor 6-0 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu 10 Oktober 2026 malam.
Bermain di kandang, Kendal Tornado langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Hasilnya, Akbar Firmansyah membuka keunggulan ketika laga baru berjalan tiga menit.
Tekanan tuan rumah berlanjut. Arif Satyayudha menggandakan keunggulan pada menit ke-15 dan disusul Camara Ousmane mencetak gol ketiga pada menit ke-22.
Mendapat serangan bertubi-tubi PSBS Biak kesulitan terlihat kedodoran hingga tak mampu membalas dan babak pertama pun berakhir dengan skor 3-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua dominasi Kendal Tornado terus berlanjut. Anak asuh Stefan Keeltjes itupun kembali sukses mencetak rangkaian gol. Dimulai Rifal Lastori yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60. Sembilan menit berselang, Akbar Firmansyah mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut untuk mengubah skor menjadi 5-0.
Rizky Dwi Pangestu kemudian melengkapi pesta gol Kendal Tornado melalui gol pada menit ke-73.
Sejatinya Kendal Tornado FC bisa menambah satu gol lagi usai memperoleh hadiah penalti, tetapi kesempatan tersebut gagal berbuah gol setelah tendangannya mampu ditepis penjaga gawang PSBS Biak.
Tambahan waktu empat menit pada babak kedua tidak mengubah kedudukan. Kendal Tornado FC menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 6-0.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, mengaku senang dengan raihan tiga poin di laga kandang ini yang membuat catatan tim asuhannya itu belum pernah kalah di lima laga Pegadaian Championship 2026/2027 ini.
“Dari saya, pelatih, tentu senang ya, yang penting kita dapat tiga poin dalam setiap match. Memang tadi banyak peluang yang harusnya bisa terjadi gol, tapi anak-anak memang sedikit terburu-buru untuk bisa mencetak gol banyak, akhirnya kurang tenang,” kata Stefan dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menyebut ketenangan pemain di depan gawang menjadi salah satu pekerjaan rumah untuk pertandingan berikutnya.
Meski demikian, Stefan mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu menjaga performa dan mempertahankan rekor tak terkalahkan hingga pekan kelima.
Menurutnya, kekompakan dan kolektivitas menjadi fondasi permainan Kendal Tornado. Ia menekankan bahwa tidak ada pemain yang merasa lebih hebat dibandingkan rekan setimnya. Stefan juga menegaskan bahwa pertahanan menjadi salah satu prioritas timnya dalam menjaga konsistensi sepanjang kompetisi.
“Di Tornado FC tidak ada pemain yang merasa lebih hebat daripada yang lain. Jadi kita mengandalkan kekompakan, mengandalkan kerja sama tim, kolektivitas tim,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih PSBS Biak, Miskardi, mengakui timnya belum mampu mengimbangi permainan Kendal Tornado FC. Ia menyebut gol cepat pada menit ketiga membuat para pemainnya berada dalam tekanan.
“Kita sudah berusaha untuk menutup di pinggir, kemudian mereka melakukan aksi individu dan gol pertama itu yang terlalu cepat sehingga membuat anak-anak menjadi tertekan,” kata Miskardi.
Selain mengevaluasi permainan, Miskardi menyoroti keterbatasan komposisi skuad PSBS Biak. Ia berharap manajemen dapat memperkuat tim, terutama di posisi bek tengah atau center back.
Menurutnya, PSBS masih kerap kalah dalam duel dan menghadapi kesulitan ketika mengantisipasi situasi bola mati.
“Kita sangat berharap ada pemain baru, terutama untuk mengisi posisi center back karena kita selalu kalah duel di situ, selalu kena set-piece,” ujarnya.
Ia menambahkan, aspek mentalitas dan kekuatan fisik masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya. Meski demikian, PSBS Biak bertekad meningkatkan intensitas latihan dan memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya.*


