Gerak Tanggap Owner Kendal Tornado FC, Bantu Lampu Stadion Sriwedari Senilai Rp1 M Agar Penuhi Standar

oleh -2 Dilihat
Wali Kota Solo, Respati Ardi dan pemilijk Kendal Tornado FC usai menyaksikan laga kandang perdana tim berjuluk Badai Pantura melawan Barito Putera di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 26 September 2026. (Foto: Putri Sejati)
Wali Kota Solo, Respati Ardi dan pemilijk Kendal Tornado FC usai menyaksikan laga kandang perdana tim berjuluk Badai Pantura melawan Barito Putera di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu 26 September 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Pemilik Kendal Tornado FC, Junianto mengatakan telah memesan lampu baru untuk dipasang di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah untuk mengganti lampu yang lama lantaran tak memenuhi standar untuk penyelenggaraan laga malam hari Pegadaian Championship musim 2026/2027. 

“Sudah saya sampaikan ke Mas Wali. Kemarin anak-anak bilang, ‘Pak, lampunya tidak standar’. Ya sudah kita belikan. Ini kita belikan ke Cina, Rp1 miliar. Enggak tahu nanti Mas Wali gantikan apa nanti,” ujarnya usai menyaksikan laga kandang perdana Kendal Tornado FC melawan Barito Putera dalam laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2026/2027 bersama Wali Kota Solo, Respati Ardi di Stadion Sriwedari, Sabtu 26 September 2026. 

Selain persoalan lampu, Junianto juga menyoroti keberadaan tiang steger yang digunakan untuk kebutuhan kamera pertandingan. Menurutnya, posisi tiang tersebut mengganggu pandangan penonton yang berada di tribun.

“Tadi saya juga sampaikan, Mas Wali, kalau saya nonton lihatnya steger ini. Tadi juga sudah saya sampaikan. Beliau tadi juga sudah bilang nanti segera kita perbaiki,” katanya.

Terkait berkandangnya kembali Kendal Tornado FC di Kota Solo, Junianto menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemkot Solo. Ia menilai Kota Solo sangat terbuka dalam menerima klub yang memilih Solo sebagai home base.

“Satu hal tadi saya sampaikan, mas Wali ini terbuka sekali. Beliau juga menyampaikan senang sekali (berhome base di Solo), jadi kita berkawan baik,“ imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi catatan kondisi Stadion Sriwedari yang disampaikan Junianto, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan akan segera melakukan pembenahan sejumlah fasilitas di stadion yang masuk kategori kawasan cagar budaya tersebut. 

“Jadi saya memastikan fasilitas Stadion Sriwedari ini akan kita benahi segera supaya liga ini berjalan dengan lancar. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaannya menjadikan home base di Solo,” ujarnya.

Baca Juga  60 Pebalap Cilik Rebut Tiket ke Valencia di Kejurnas FIM MiniGP Boyolali

Perbaikan, lanjut Respati, akan dilakukan dengan melihat kebutuhan pertandingan sekaligus menjaga Stadion Sriwedari sebagai kawasan cagar budaya. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah stager serta tambahan bangku untuk penonton.

“Tadi nonton ada steger, itu segera kita perbaiki bagaimana caranya. Dan ada tambahan bangku, tapi tetap melindungi cagar budaya,” ujarnya.

Di sisi lain, Respati mengatakan keberadaan tiga klub yang menjadikan Solo sebagai home base memperkuat posisi Kota Bengawan sebagai kota olahraga. 

Hal ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi karena dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan hingga membuka peluang lapangan kerja baru.

“Saya rasa kita lihat Sport tourism Solo nyata ya  dan dapat membuka lapangan kerja banyak UMKM laris, perhotelan laris. Ya ini sangat bermanfaat untuk kita semua,” tuturnya.* 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News