PGN Sulap Stranded Gas Sengeti Jadi Energi Nasional, Pasokan Baru Ditargetkan Mengalir 2028.

oleh -203 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat upaya menjaga ketahanan energi nasional dengan merencanakan pemanfaatan stranded gas atau gas yang selama ini belum termonetisasi secara optimal. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah mendatangkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti.

Melalui kemampuan operasional dan dukungan infrastruktur gas yang terintegrasi, PGN mengambil peran penting dalam mengoptimalkan sumber daya gas dari lapangan yang sebelumnya dinilai kurang ekonomis untuk dikembangkan. Potensi pasokan gas dari Lapangan Sengeti diperkirakan mencapai sekitar 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

PGN berencana mengintegrasikan pasokan dari Lapangan Sengeti ke dalam jaringan distribusi gas bumi yang telah dimiliki perusahaan. Tambahan pasokan tersebut diproyeksikan mulai dapat dialirkan paling cepat pada kuartal IV tahun 2028 guna memenuhi kebutuhan energi pelanggan industri maupun pembangkit listrik.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PGN dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya gas domestik.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan pemanfaatan stranded gas merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menjaga ketersediaan pasokan gas bumi bagi pelanggan domestik di tengah berbagai tantangan sektor energi.

“Pemanfaatan stranded gas adalah salah satu strategi PGN dalam upaya menyediakan pasokan gas bumi bagi seluruh pelanggan domestik di tengah tantangan. Gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa, PGN memastikan kesiapan infrastruktur maupun komersial sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” ujar Fajriyah.

Menurutnya, pengembangan Lapangan Sengeti tidak hanya memberikan manfaat bagi keberlanjutan pasokan energi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan melalui pengembangan bisnis pengolahan gas (processing gas) di wilayah tersebut.

Selain berpotensi meningkatkan pasokan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, pemanfaatan Lapangan Sengeti juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara serta mendukung program pemerintah dalam pengembangan lapangan gas baru.

PGN menilai keberhasilan monetisasi gas dari lapangan yang selama ini belum optimal dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut diyakini mampu mendukung target peningkatan lifting gas nasional sekaligus mendorong iklim investasi dan kegiatan eksplorasi di sektor hulu migas.

Baca Juga  Instagram dan Facebook Sempat Lumpuh, Meta Sebut Akibat Kesalahan Sistem Internal

Fajriyah menegaskan bahwa PGN akan terus memperluas sumber pasokan gas bumi melalui strategi multisource supply guna menjaga keandalan distribusi energi bagi pelanggan.

“PGN berkomitmen dalam mendapatkan multisource gas bumi untuk menjaga keandalan pasokan dengan tetap mengoptimalkan sumber daya dari domestik. Lapangan Sengeti menjadi wujud kolaborasi yang sinergis dengan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya demi memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Dengan dukungan infrastruktur yang dimiliki serta sinergi bersama pemerintah dan pelaku industri energi, pemanfaatan gas dari Lapangan Sengeti diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis energi yang berkelanjutan. (QNL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News