KILASJATENG.ID – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersiap menggelar hajatan besar Musyawarah Nasional (Munas) 2026. Mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Nasional”, ajang ini diproyeksikan menjadi momentum krusial bagi arah kepemimpinan dan penguatan peran pengusaha muda di panggung ekonomi nasional.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Buchari, menegaskan bahwa Munas kali ini bukan sekadar rutinitas organisasi untuk regenerasi kepemimpinan. Lebih dari itu, acara ini merupakan respon strategis terhadap dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Menghadapi Tekanan Ekonomi Global
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/4/2026), Akbar menekankan pentingnya kolaborasi di tengah ketidakpastian dunia.
“Di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan ekonomi dunia yang semakin kompleks, pengusaha muda Indonesia tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Munas ini adalah momentum untuk memperkuat posisi kita sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Akbar.
Ia juga mengajak para anggota HIPMI untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha biasa, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyukseskan agenda pembangunan Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Menciptakan Pengusaha Berkualitas dan “Naik Kelas”
Senada dengan Akbar, Sekretaris Jenderal HIPMI Anggawira menaruh harapan besar agar Munas 2026 mampu menciptakan ekosistem yang melahirkan pengusaha baru yang berkualitas, bukan sekadar menang secara kuantitas.
“HIPMI harus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pengusaha yang kuat secara mental, profesional dalam tata kelola, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global,” jelas Anggawira. Ia mendorong para kader untuk berani berinvestasi dan memperluas kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Persiapan dan Tahapan Demokratis
Untuk memastikan kelancaran acara, Ketua Steering Committee (SC) Munas HIPMI 2026, Tri Febrianto Damu, menjamin seluruh proses akan dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan main organisasi.
Tahapan Munas 2026 akan meliputi:
1. Penjaringan: Pendaftaran bakal calon pemimpin.
2. Verifikasi: Pemeriksaan ketat terhadap kriteria calon.
3. Pemilihan: Proses pemungutan suara yang demokratis dan transparan.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan profesional untuk memilih Ketua Umum yang mampu membawa HIPMI menjawab tantangan zaman,” tegas Tri. (EYA)


