SIG Ekspor Perdana 45 Ribu Ton Klinker ke Mauritania, Perluas Pasar Afrika

oleh -351 Dilihat

KILASJATENG.ID – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperluas jangkauan pasar ekspor ke Benua Afrika. Melalui anak usahanya, PT Semen Indonesia International (SII), perusahaan melakukan ekspor perdana sebanyak 45.000 metrik ton (MT) klinker ke Mauritania.

Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Khusus SIG Pabrik Tuban pada Maret 2026. Volume tersebut merupakan tahap pertama dari total 90.000 MT klinker yang direncanakan akan diekspor ke Mauritania sepanjang tahun 2026.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa selain melakukan transformasi dalam pengelolaan pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar regional. Ekspansi ke Mauritania dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar global, khususnya di kawasan Afrika yang tengah berkembang.

Baca Juga  Perempat Final Liga Champions: Luis Enrique Emoh PSG Disebut Favorit Lawan Liverpool

“Benua Afrika memiliki prospek pertumbuhan infrastruktur yang tinggi. Dengan memenuhi standar internasional, SIG optimistis dapat terus meningkatkan daya saing di pasar global,” ujar Vita.

Mauritania dipandang sebagai pasar yang potensial karena tingginya kebutuhan bahan bangunan untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur. Di sisi lain, negara tersebut memiliki keterbatasan kapasitas produksi klinker domestik, sehingga membuka peluang besar bagi produk ekspor dari Indonesia.

Vita menambahkan, ekspansi ini mencerminkan komitmen SIG dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap kinerja penjualan perusahaan. Sepanjang 2025, SIG mencatatkan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton, meningkat 14,3 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan 6,96 juta ton pada periode sebelumnya.

Baca Juga  Ekonomi Indonesia Terancam Melambat di Bawah 5% Akibat Gejolak Harga Minyak Dunia

“SIG memiliki komitmen kuat untuk mendukung pembangunan regional melalui ketersediaan pasokan bahan bangunan dan keandalan distribusi. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan ekspor ke berbagai kawasan potensial lainnya,” katanya.

Melalui langkah ini, SIG berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan bahan bangunan terbesar di kawasan regional, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam pasar global. (QEP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News