Pertamina Patra Niaga Tutup Satgas RAFI 2026, Pasokan Energi di Jatim Aman Selama Mudik-Balik

oleh -313 Dilihat

KILASJATENG.ID – Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada 1 April 2026. Selama periode Ramadan hingga arus balik Lebaran, tim Satgas memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi tetap terjaga di seluruh wilayah, termasuk Jawa Timur.

Selama masa mudik dan balik, kondisi perjalanan masyarakat di Jawa Timur terpantau aman dan lancar. Data dari Polda Jawa Timur menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pengaturan lalu lintas, faktor pendukung seperti ketersediaan energi dan fasilitas istirahat turut berperan dalam menekan risiko kecelakaan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama masa Satgas RAFI 2026.

Ia mengungkapkan, konsumsi energi di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan selama periode tersebut. Konsumsi LPG naik sebesar 6,2 persen, BBM jenis gasoline meningkat hingga 19 persen, dan Avtur naik 13 persen dibandingkan rata-rata normal. Sementara itu, konsumsi gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholders, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, hingga rekan-rekan media. Apresiasi juga untuk seluruh tim Pertamina yang siaga penuh beserta keluarga yang mendukung kelancaran operasional,” ujar Yudha.

Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret memiliki tugas utama memastikan distribusi energi tetap aman selama periode Ramadan dan Idul Fitri, yang identik dengan lonjakan kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas berada dalam kondisi aman dengan ketahanan stok berkisar antara 8 hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah.

Untuk mendukung distribusi, Pertamina mengoperasikan infrastruktur secara maksimal di Jawa Timur, meliputi 6 Terminal BBM, 1.016 SPBU, 33 SPBUN, 969 agen LPG, serta 6 Aviation Fuel Terminal. Seluruh operasional tersebut dipantau melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam.

Baca Juga  Teror Ratu Horor Tak Terbendung, 'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa' Tembus 1 Juta Penonton

Selain itu, guna memberikan kenyamanan bagi pemudik, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan melalui Serambi MyPertamina. Di wilayah Jawa Timur, fasilitas ini tersedia di SPBU KM 66A ruas Malang–Pandaan dan Bandara Juanda, dengan berbagai layanan gratis seperti area istirahat, nursery, barbershop, mini klinik, area bermain anak, hingga promo penukaran poin MyPertamina.

Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas RAFI 2026 akan menjadi dasar peningkatan layanan ke depan. “Kami akan terus meningkatkan keandalan distribusi energi, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan dan program, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (QPB)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News