KILASJATENG.ID– Dua bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi sasaran pencurian meski belum beroperasi dan baru selesai dibangun. Aksi pencurian itu mengakibatkan sejumlah fasilitas penting seperti kabel instalasi listrik hingga ground penangkal petir hilang.
Peristiwa pembobolan terjadi di Kopdes Merah Putih Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Aksi tersebut pertama kali diketahui warga setelah melihat kondisi bangunan koperasi yang rusak.
Dalam video amatir yang beredar di warga, terlihat tembok bagian kamar mandi koperasi jebol dengan lubang cukup besar. Dari lokasi tersebut, pelaku diduga masuk untuk mengambil kabel instalasi listrik yang terpasang di bangunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Musuk, Ning Martuti, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kondisi bangunan koperasi yang rusak akibat dibobol maling. Ia menjelaskan peristiwa itu diduga terjadi pada Sabtu malam.
“Warga melaporkan bahwa tembok Kopdes Merah Putih Ringinlarik yang baru selesai dibangun dalam kondisi rusak karena dibobol. Setelah dicek, ternyata ada beberapa instalasi yang hilang,” kata Ning Martuti saat dikonfirmasi, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya, pencurian tidak hanya terjadi di satu lokasi. Kasus serupa juga terjadi pada bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, yang waktunya diduga bersamaan.
“Selain kabel instalasi listrik, yang hilang juga ground penangkal petir. Diduga pelaku masuk dengan cara merusak tembok kamar mandi bangunan,” ujarnya.
Ning Martuti menduga aksi pencurian terjadi karena lokasi bangunan koperasi relatif jauh dari permukiman warga sehingga minim pengawasan.
“Lokasinya memang agak jauh dari rumah warga, sehingga kemungkinan memudahkan pelaku melakukan aksinya tanpa diketahui,” tambahnya.
Meski demikian, pihak kecamatan belum langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian karena bangunan koperasi masih dalam tahap penyelesaian dan belum diserahterimakan oleh pihak kontraktor.
“Bangunan ini kan baru selesai dibangun dan belum diserahterimakan dari kontraktor, jadi kami masih berkoordinasi. Namun rencananya tetap akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian,” jelas Ning Martuti.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, mengatakan pihaknya akan menelusuri kasus pembobolan tersebut untuk mengetahui pelaku serta motif di balik aksi pencurian.
“Kami akan menelusuri kejadian ini bersama pihak kepolisian untuk mengetahui siapa pelakunya dan apa motifnya,” kata Dhanu.
Ia menduga aksi pencurian dilakukan pada dini hari ketika situasi sekitar bangunan dalam kondisi sepi.
“Kemungkinan kejadian terjadi pada malam hari sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB saat kondisi lingkungan relatif sepi,” ujarnya.
Saat ini kasus pembobolan dua Kopdes Merah Putih tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak kecamatan bersama pengurus koperasi juga tengah melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian akibat aksi pencurian tersebut.*


