KILASJATENG.ID– Wali Kota Solo, Respati Ardi mengakui ada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo yang menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tidak layak.
“Banyak aduan dan laporan dari masyarakat maupun sekolah yang kami terima karena menu MBG yang dibagikan SPPG kurang layak. Sudah kami catat dan ada beberapa SPPG yang memang bermasalah,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) MBG di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, daftar SPPG bermasalah tersebut sudah ia laporkan ke tingkat provinsi agar dilakukan evaluasi. Sehingga pelaksanaan program MBG di Kota Bengawan bisa terlaksana dengan baik.
“Dalam rakor siang ini saya sudah sampaikan laporan mengenai aduan yang masuk dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG terutama mengenai menu makanan yang tidak sesuai harapan bagi penerima manfaat dalam beberapa waktu terakhir,” paparnya.
Respati pun berharap agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) bisa segera menindaklanjuti hal tersebut selalu pihak yang berwenang dengan memberikan respon kepada SPPG yang ada.
Terutama dengan mengintervensi menu MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat di bulan ramadan yang menjadi salah satu sumber keluhan masyarakat. Sehingga tidak ada insiden terkait program MBG di Kota Solo.
“Kami mengutamakan program Zero Accident. Karena itu, kami berharap diberikan kewenangan agar bisa lebih responsif dalam menindaklanjuti aduan masyarakat. Saya juga berharap Pemda memiliki ruang untuk mengintervensi pelaksanaan SPPG, mulai dari validasi data penerima manfaat, memberi keleluasaan agar SPPG dapat berbelanja di pasar, melakukan pengawasan terhadap pemasok/supplier, hingga memastikan penyerapan tenaga kerja SPPG di Solo,” paparnya.
Sementara itu, dalam Rakor MBG tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi serta seluruh Kepala Daerah se-Jawa Tengah.*


