Atasi Penumpukan di Pelabuhan, Kapolri Usulkan Skema ‘First Come First In’ untuk Mudik 2026

oleh -364 Dilihat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (kiri), Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kanan) di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026 (Foto: Dokumentasi/Humas Polri)

KILASJATENG.ID – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengusulkan penerapan metode “First Come First In” di pelabuhan penyeberangan guna mengantisipasi kemacetan parah saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026), Kapolri menekankan bahwa fleksibilitas aturan tiket sangat krusial di tengah lonjakan volume kendaraan. 

Strategi Penguraian Kepadatan di Merak
Kapolri menjelaskan bahwa wilayah Banten, khususnya Pelabuhan Merak, menjadi titik krusial. Polri telah menyiapkan indikator kepadatan kendaraan melalui skema warna:

Situasi Hijau: Antrean dalam kondisi normal; tujuh dermaga difungsikan maksimal untuk penumpang dan pejalan kaki.

– Situasi Kuning: Antrean mencapai area SPBU Cikuasa Atas.

Baca Juga  Hujan Gol di Rams Park: Galatasaray Hancurkan 10 Pemain Juventus 5-2

Situasi Merah: Antrean sudah mencapai Gerbang Tol Merak.

Untuk menghindari situasi “Merah”, Kapolri menyarankan agar kendaraan yang tiba lebih awal bisa langsung masuk ke kapal tanpa harus terpaku kaku pada jadwal di tiket.

“Di puncak arus mudik, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Jika kendaraan dipaksakan masuk sesuai tanggal tiket (saat puncak), potensi penumpukan akan sulit dihindari,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Distribusi Logistik di Pelabuhan Ciwandan dan BBJ
Selain Merak, pengaturan ketat juga diberlakukan di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan BBJ. Kedua pelabuhan ini dikhususkan untuk melayani kendaraan logistik, truk tangki, dan alat berat guna memecah beban di pelabuhan utama.

Operasi Ketupat 2026: “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”
Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak ratusan ribu personel gabungan akan dikerahkan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Tagline tahun ini adalah “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.

Baca Juga  Polda Jatim Pastikan Perayaan Imlek 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif

Pemerintah Antisipasi Pergerakan 143,9 Juta Orang
Menko PMK, Pratikno, memproyeksikan pergerakan masyarakat pada Idulfitri tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Untuk mengurangi tekanan mobilitas, pemerintah melakukan beberapa langkah strategis:

1. Distribusi Waktu: Memperlebar rentang waktu libur sekolah.

2. Fleksibilitas Kerja: Penerapan flexible working arrangement bagi ASN.

3. Mitigasi Bencana: Mengingat potensi bencana hidrometeorologi (curah hujan tinggi) di wilayah Jawa, Sumatra, hingga Papua.

“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Kita harus menjaga keamanan perjalanan, terutama bagi pengendara motor dan pengamanan jalur-jalur vital,” tegas Pratikno. (DYA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News