KILASJATENG.ID– Kuliner berkuah selalu identik dengan menu berbuka puasa. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ada satu menu khas yang menjadi favorit warga saat Ramadan, yakni tengkleng domba segar dengan kuah kaldu bening tanpa santan namun kaya rempah.
Menu tersebut bisa ditemui di Warung Makan Sate Kambing Muda dan Tengkleng Segar Mbak Suli yang berlokasi di Jalan Pandanaran, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota.
Senin sore 22 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa, suasana warung tampak ramai dipadati pelanggan yang ingin menikmati hidangan segar setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Warung ini menyajikan dua menu andalan selama Ramadan, yakni tengkleng domba segar dan asem-asem daging domba. Keduanya menjadi primadona karena cita rasanya yang ringan namun tetap kaya bumbu khas Nusantara.
Pengelola warung makan, Indri, mengatakan selama bulan puasa permintaan kedua menu tersebut meningkat drastis.
“Selama Ramadan ini penjualan tengkleng domba segar dan asem-asem daging domba meningkat cukup signifikan. Banyak pelanggan memilih menu ini karena kuahnya bening, segar, tanpa santan, jadi terasa lebih ringan saat berbuka,” ujar Indri saat ditemui di warungnya.
Menurut Indri, tengkleng domba segar yang disajikan memiliki perbedaan dibandingkan tengkleng pada umumnya. Jika biasanya tengkleng identik dengan kuah santan yang kental, di warung ini tengkleng diolah menggunakan kuah kaldu bening dari rebusan tulang domba yang masih menyisakan daging.
Kuah tersebut dipadukan dengan irisan tomat hijau serta cabai hijau utuh, menciptakan sensasi segar dan sedikit pedas yang menggugah selera. Rempah-rempah khas Nusantara semakin memperkaya rasa tanpa membuat enek saat disantap.

Sementara itu, asem-asem daging domba memiliki isian yang hampir serupa. Perbedaannya terletak pada bahan utama. Jika tengkleng menggunakan tulang domba dengan sisa daging, maka asem-asem berisi potongan daging domba tanpa tulang dengan kuah bening yang sama-sama segar.
“Kedua menu ini memang kami buat tanpa santan supaya lebih sehat dan cocok untuk mengganti cairan tubuh setelah puasa. Harganya juga terjangkau, Rp28 ribu per porsi dengan isi yang cukup banyak,” tambah Indri.
Tak hanya dinikmati di tempat, banyak pelanggan memilih membungkus pesanan untuk disantap bersama keluarga di rumah saat berbuka puasa.
Salah satu pelanggan, Sri Widati, mengaku sudah sering menikmati olahan domba di warung tersebut. Kali ini ia datang bersama suaminya untuk berbuka puasa.
“Saya pilih tengkleng domba segar karena kuahnya ringan dan tidak pakai santan, jadi tidak khawatir kolesterol. Rasanya segar, rempah-rempahnya terasa, dan dagingnya juga lembut, tidak alot serta tidak amis,” kata Sri Widati.
Ia menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau dengan porsi yang melimpah. Hal itu membuat warung tersebut selalu ramai, terutama selama Ramadan.
Selain tengkleng domba segar dan asem-asem daging domba, warung yang buka mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB selama bulan puasa ini juga menyediakan menu lain seperti sate domba bakar, sate buntel domba bakar, gulai, tongseng, serta tengkleng bersantan. Hampir seluruh menu dibanderol dengan harga sekitar Rp28 ribu per porsi.
Dengan cita rasa khas, kuah bening yang menyegarkan, serta harga yang ramah di kantong, tak heran jika tengkleng domba segar di Boyolali ini menjadi salah satu kuliner favorit warga untuk berbuka puasa.(*)


