SRC Gelar Pesta Retail 2026 di Yogyakarta, Perkuat UMKM sebagai Fondasi Kemandirian Ekonomi Rakyat

oleh -3 Dilihat
ukti Nyata Kontribusi SRC untuk Indonesia (Kiri ke Kanan) Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan Romulus Sutanto, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Septo Soepriyatno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita, dan Direktur Komersial PT HM Sampoerna Tbk. Yohan Lesmana dalam Pesta Retail 2026 yang diselenggarakan oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kemandirian ekonomi rakyat, Sampoerna Retail Community (SRC) menggelar Pesta Retail 2026 di Prambanan, Yogyakarta. Melalui kegiatan Pesta Retail 2026 ini, SRC kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan UMKM toko kelontong sebagai penggerak utama perdagangan bagi masyarakat.
ukti Nyata Kontribusi SRC untuk Indonesia (Kiri ke Kanan) Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan Romulus Sutanto, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Septo Soepriyatno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita, dan Direktur Komersial PT HM Sampoerna Tbk. Yohan Lesmana dalam Pesta Retail 2026 yang diselenggarakan oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kemandirian ekonomi rakyat, Sampoerna Retail Community (SRC) menggelar Pesta Retail 2026 di Prambanan, Yogyakarta. Melalui kegiatan Pesta Retail 2026 ini, SRC kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan UMKM toko kelontong sebagai penggerak utama perdagangan bagi masyarakat.

KILASJATENG.ID-Sebagai wujud komitmen dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Sampoerna Retail Community (SRC) kembali menggelar Pesta Retail 2026 di Prambanan, Yogyakarta pada 11 Februari 2026 setelah sebelumnya diadakan di Lido, Jawa Barat pada 26 Januari 2026. Rangkaian acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada 7.000 toko SRC terpilih, yang hadir sebagai perwakilan lebih dari 250.000 anggota SRC di seluruh Indonesia atas kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM melalui modernisasi toko kelontong, menjaga ketahanan perdagangan dalam negeri di tingkat ritel, dan menggerakkan roda perekonomian.

[irp posts=”10518″ ]

Penyelenggaraan kegiatan di Yogyakarta ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Septo Soepriyatno, serta mitra strategis SRC.

Melalui Pesta Retail 2026, SRC kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan UMKM toko kelontong sebagai penggerak utama perdagangan rakyat. SRC menerapkan pendekatan pendampingan berbasis komunitas yang terbukti mendorong pertumbuhan usaha toko kelontong, memperkuat struktur ekonomi masyarakat, serta menghadirkan dampak berkelanjutan dari tingkat lokal hingga nasional. Oleh karenanya, Pesta Retail 2026 ini selain menjadi momentum perayaan 18 tahun perjalanan SRC, juga menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas para toko kelontong.

*Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X,* menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi fundamental dalam struktur perekonomian daerah. “Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong, warung, dan usaha ritel tradisional adalah simpul distribusi kebutuhan sehari-hari yang menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat kampung dan desa. Dari ruang-ruang kecil inilah denyut ekonomi rakyat tumbuh dan bertahan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Sri Sultan mengapresiasi SRC yang telah melakukan pendampingan, pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring antar peritel sehingga membantu ribuan toko kelontong beradaptasi dengan perubahan zaman. “SRC bukan sekadar komunitas, tetapi ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan. Saya menyampaikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmennya selama hampir dua dekade membangun inisiatif ini. Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan, sektor swasta tumbuh, masyarakat ikut kuat,” katanya.

Baca Juga  Sediakan Kebutuhan Dapur Terlengkap, Midea Kitchen Pro Shop Buka di Solo

Sejalan dengan hal tersebut, *Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Septo Soepriyatno* turut menyampaikan apresiasi kepada SRC atas upaya selama 18 tahun dalam mengembangkan pelaku usaha toko kelontong melalui berbagai program SRC sehingga mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami berharap program Kementerian Perdagangan, seperti pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan program dari lokal untuk global bisa dimanfaatkan oleh Sahabat SRC,” katanya.

Septo juga menambahkan bahwa warung atau toko kelontong merupakan bagian yang sangat besar dari ekosistem ritel di Indonesia, mencapai lebih dari 98%. “Pada 2–3 tahun terakhir ini, para pelaku usaha ritel modern sangat tergerus sekali oleh aktivitas yang luar biasa dari toko-toko kelontong. Dan kami melihat bagaimana pertumbuhan yang ada benar-benar dirasakan oleh teman-teman Sahabat SRC di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Septo berharap SRC dapat memberikan manfaat yang sebesar – besarnya tidak hanya untuk anggota SRC, tetapi juga untuk masyarakat seluruh Indonesia. Salah satunya dengan berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap terdistribusi dengan baik, merata, dan terjangkau.

Sejalan dengan itu, peran dunia usaha menjadi penting dalam memperkuat kapasitas dan keberlanjutan UMKM di tingkat komunitas. *Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita,* menyampaikan bahwa pengembangan UMKM toko kelontong merupakan komitmen jangka panjang Sampoerna melalui SRC dalam mendukung kemandirian ekonomi rakyat. Menurutnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kapasitas usaha, pengelolaan toko, hingga peningkatan literasi digital yang terintegrasi dalam aplikasi AYO by SRC, sehingga UMKM toko kelontong dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, adaptif terhadap kebutuhan konsumen, dan tetap relevan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bersama PNM Mekaar, Erna Sukses Kembangkan DenCraft hingga Tembus Pasar Nasional

“Hingga saat ini, lebih dari 250.000 toko kelontong telah tergabung dalam ekosistem SRC, didukung oleh lebih dari 6.300 Mitra SRC, serta terhubung melalui sekitar 10.000 Paguyuban SRC di seluruh Indonesia. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten telah mendorong peningkatan kapasitas usaha, yang tercermin dari rata-rata pertumbuhan omzet, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal melalui berbagai inisiatif,” ujar Elvira.

Kontribusi SRC dalam meningkatkan kapasitas UMKM toko kelontong tercermin dari hasil riset Kompas Gramedia (KG) 2023, yang mencatat bahwa setelah bergabung dengan SRC, rata-rata omzet toko mengalami peningkatan hingga 42%, dengan sekitar 90% toko telah terdigitalisasi. Selain itu, sebanyak 77% toko SRC juga telah berhasil mengembangkan lini usaha tambahan, termasuk produk digital dan layanan pembayaran. Di antara pemilik toko SRC perempuan, lebih dari 54% turut berperan sebagai tulang punggung keluarga, mencerminkan dampak sosial SRC yang signifikan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di tingkat komunitas, SRC terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui inisiatif Pojok Lokal, yang menjadikan toko SRC sebagai saluran distribusi bagi produk UMKM setempat dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun. Tak hanya itu, sebanyak 51% toko SRC turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, sehingga kehadirannya secara nyata mendorong terciptanya lapangan kerja.

SRC akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama UMKM #JadiLebihBaik dan mendorong terciptanya dampak ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari lokal hingga nasional. “Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang sejati lahir dari kolaborasi dan pemberdayaan pelaku usaha di seluruh akar rumput. Pesta Retail 2026 bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata dedikasi kami untuk terus mendukung UMKM Indonesia maju dan sejahtera,” tutup Elvira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News