KILASJATENG.ID — Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, roboh rata dengan tanah pada Senin 2 Februari 2026)pagi. Peristiwa tragis ini menyebabkan satu orang penghuni rumah meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
Korban diketahui bernama Bejo Hadi Wiyono (82), seorang pria lanjut usia yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di bawah reruntuhan material bangunan.
Proses evakuasi korban terekam dalam video amatir warga. Dalam video tersebut terlihat warga bersama anggota TNI, Polri, dan relawan setempat melakukan pencarian hingga akhirnya mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.
Ketua RT 01 Kelurahan Ngadirejo, Winarno, mengatakan peristiwa rumah roboh itu pertama kali diketahui saat waktu subuh. Ia mengaku mendapat laporan dari warga, lalu segera mendatangi lokasi kejadian.
“Saya dapat laporan dari warga saat subuh. Begitu sampai di lokasi, kondisi rumah sudah roboh rata dengan tanah. Padahal cuaca saat itu cerah, tidak ada hujan,” kata Winarno.
Winarno menduga robohnya rumah disebabkan faktor usia bangunan yang sudah tua. Selain itu, kondisi kayu penyangga atap juga diduga telah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban.
“Rumah ini memang sudah tua. Kayu penyangga atapnya juga sudah lapuk, jadi kemungkinan besar roboh secara tiba-tiba,” ujarnya.
Usai kejadian, pihak RT bersama warga segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kartasura, Babinsa setempat, pihak kelurahan, hingga kecamatan. Namun nahas, korban yang hidup seorang diri ditemukan sudah tidak bernyawa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Sementara itu, Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo membenarkan adanya peristiwa rumah roboh yang menewaskan satu orang lansia tersebut. Ia menjelaskan korban ditemukan dalam kondisi tertimpa material bangunan.
“Benar, telah terjadi rumah roboh yang mengakibatkan penghuni rumah meninggal dunia. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup tertimpa reruntuhan material, kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat,” jelas AKP Tugiyo saat ditemui Senin siang.
Menurut Tugiyo, berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah korban memang sudah berusia tua dan masuk kategori tidak layak huni. Bahkan, korban disebut sempat beberapa kali diajak pindah untuk tinggal bersama anaknya, namun menolak.
“Rumah tersebut memang sudah lama dan tidak layak huni. Korban sebelumnya sudah beberapa kali diajak pindah dan tinggal bersama anaknya, tetapi korban menolak dan memilih tinggal sendiri,” tambahnya.
Polisi memastikan peristiwa rumah roboh ini tidak disebabkan oleh hujan maupun angin kencang, mengingat kondisi cuaca saat kejadian dalam keadaan cerah. Faktor utama diduga karena kondisi bangunan yang sudah rapuh dan termakan usia.
Hingga kini, pihak berwenang masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan pascakejadian serta pendataan rumah-rumah warga lain yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya.(*)


