KILASJATENG.ID– Pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Solo periode 2026–2030 resmi dilantik di Rumah Dinas Loji Gandrung, Selasa 12 Februari 2026. Dengan adanya kepengurusan resmi diharapkan organisasi padel di kota bengawan akan semakin maju dan mampu membuahkan prestasi serta mengembangkan sportainment dan sport tourism.
Ketua PBPI Kota Solo, Alvin Adika mengatakan, setelah dilantik pengurus akan langsung tancap gas untuk memajukan dan mengembangkan olahraga padel, sehingga target untuk mendapatkan atlet berprestasi internasional pada 2030 bisa terealisasi.
“Kami sudah ada beberapa target sendiri tapi akan kami push lagi semaksimal mungkin karena memang kita baru dibentuk. Untuk sementara jangka pendek setahun dua tahun ke depan Solo sudah punya banyak atlet yang berprestasi. Saat ini baru ada tujuh atlet dari Solo,” kata dia.
Karena itu, lanjutnya, ke depan PBPI Kota Solo juga akan fokus untuk mencari talenta atlet dan melakukan pembinaan hingga bisa mengukir prestasi. Salah satunya membuka kolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk mencari bibit atlet muda.
“Karena ke depannya akan banyak kompetisi padel yang melibatkan anak-anak U18, U16, U14. Sehingga kami berharap bisa kolaborasi dengan sekolah-sekolah, dengan teman-teman komunitas dan semua stakeholder di padel,” paparnya.
Di sisi lain, PBPI Kota Solo juga akan berusaha untuk memajukan sport tourism sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Solo, Respati Ardi.
“Salah satunya dengan menambah lapangan padel dan berkolaborasi dengan stake holder pariwisata, seperti PHRI maupun organisasi lainnya untuk ikut mengembangkan olahraga padel di Kota Solo.
“Sebisa mungkin kita bisa menggunakan padel sebagai salah satu daya tarik sport tourism di Kota Solo. Salah satunya dengan menggelar kompetisi. Tahun ini kami sudah mengajukan sebagai tuan rumah kompetisi padel tingkat internasional,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi menyambut positif pelantikan PBPI Kota Solo dan berharap perkembangan padel akan memberikan kontribusi kepada kota bengawan, tidak hanya untuk prestasi namun juga pariwisata dan ekonomi.
“Dengan banyaknya event, akan ada dampak ke transportasi, pariwisata, dan ekonomi kota. Targetnya ke depan Solo bisa punya atlet yang siap tampil di PON, Kejurprov, bahkan SEA Games,” kata Respati.
Ia juga menilai infrastruktur padel di Kota Solo sudah sangat mendukung, baik dari sisi swasta maupun fasilitas yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk penyelenggaraan event skala besar. “Saat ini sudah banyak lapangan padel di Kota Solo ditambah infrastruktur pendukung pasti Kota Solo bisa menjadi tuan rumah event padel skala besar,” pungkasnya.*


