Gedung Islamic Economics and Business Center Diresmikan, Bentuk Kolaborasi BPKH dan UNS Solo

oleh -3 Dilihat
Peresmian dan serah terima Gedung Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa 10 Februari 2026. (Foto: Putri Sejati)
Peresmian dan serah terima Gedung Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa 10 Februari 2026. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Setelah dibangun kurang lebih selama enam bulan, akhirnya Gedung Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo selesai dibangun dan diresmikan, Selasa 10 Februari 2026. 

Peresmian sekaligus serah terima Program Kemaslahatan tersebut dihadiri anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr Mulyadi, Rektor UNS Solo, Prof Dr dr Hartono, CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha dan perwakilan dari Pemkot Solo. 

Usai peresmian, Dewan Pengawas BPKH, Dr Mulyadi mengatakan, bantuan pembangunan gedung Islamic Economics and Business Center sendiri merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH tahun 2025 dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar dan dilandasi oleh kebutuhan akan integrasi antara teori akademik dengan praktik industri. 

“BPKH melalui Dana Abadi Umat memiliki fungsi kemaslahatan, salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan di bidang pendidikan. Nilai kemaslahatan inilah yang menjadi dasar BPKH dalam mendukung pembangunan Gedung Islamic Economics and Business Center di UNS Solo,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi UNS Solo yang akan membuka program studi baru yaitu program studi ekonomi dan keuangan Islam sebagai tindak lanjut keberadaan gedung Islamic Economics and Business Center. Menurutnya, hal ini akan menjadi bentuk kolaborasi yang berkesinambungan antara BPKH dengan kampus negeri tersebut. 

Baca Juga  Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Telkomsel Gelar Program Literasi Digital di SMAN Darussholah Banyuwangi

“Prodi baru ini sangat sejalan dengan mandat BPKH dan prinsip pengelolaan keuangan haji yang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berlandaskan prinsip Syariah. Ini sekaligus sebagai jalan untuk mengembangkan kerja sama lain sebagai bentuk kolaborasi yang berkelanjutan, termasuk kegiatan sosialisasi keuangan haji, seminar haji, serta penguatan peran BPKH di tengah masyarakat,” kata Mulyadi. 

Ia menambahkan, investasi di sektor pendidikan adalah kunci keberlanjutan ekonomi syariah. Dengan fasilitas ini, BPKH berharap literasi ekonomi syariah masyarakat dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pasar halal dunia melalui penguatan SDM dari bangku kuliah.

“Pusat kajian ini bertujuan mencetak talenta ekonomi syariah yang kompeten melalui teori dan praktik yang aplikatif, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prinsip ekonomi yang adil sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.

​Adapun dipilihnya UNS Solo sebagai mitra strategis BPKH, menurut Mulyadi, dilandasi oleh peran UNS sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus berpotensi menjadi pusat pengembangan pendidikan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia.

“Selama ini Program Kemaslahatan ini memang dikelola bersama mitra pelaksana, salah satunya Rumah Zakat. BPKH telah membangun berbagai fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, termasuk pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya,” ungkapnya. 

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan Jadwal Sekolah Ramadan 2026: Fokus pada Karakter dan Penguatan Iman

Sementara itu, Rektor UNS Solo, Prof Dr Hartono mengatakan, sesuai namanya, maka Islamics Economic and Business Center akan menjadi pusat riset tentang ekonomi syariah. 

“Dan juga lewat inisiasi pembangunan gedung inilah akhirnya dirintis atau didirikan prodi baru, yang namanya Prodi Ekonomi dan Keuangan Islam. Jadi semoga dengan adanya pusat Islamic Economic and Business ini bisa memberikan manfaat baik untuk warga kampus, khususnya teman-teman di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan juga harapan kami ya masyarakat Kota Solo dan sekitarnya dan juga masyarakat Indonesia ini,” paparnya. 

Lebih lanjut, Rektor UNS menegaskan bahwa pembangunan Islamic Economics and Business Center sejalan dengan strategi DREAMTEAM UNS, khususnya nilai Active, yaitu semangat untuk membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat sipil.

“Universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen solusi yang hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News