KILASJATENG.ID- Jogja Fashion Parade (JFP) 2026 kembali menjadi magnet industri mode Tanah Air. Ajang fashion bergengsi di Yogyakarta ini diselenggarakan oleh Asmat Pro bersama PRO Group dan Sleman City Hall, dengan melibatkan 159 desainer dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Sulawesi.
Ratusan karya busana ditampilkan dalam dua sesi pada hari pertama. Salah satu momen yang paling menyita perhatian hadir pada sesi malam pukul 19.00 WIB, saat kolaborasi unik antara Indah Darry dan putrinya, Lutfia Syaifullah, tampil di atas runway.
Bagi Lutfia yang berusia 34 tahun, keikutsertaan dalam JFP 2026 menjadi pengalaman perdana yang penuh tantangan. Ia mengaku segmen hijab yang dibawakan merupakan debut pertamanya di dunia fashion show, sekaligus langkah berani mengikuti jejak sang ibu yang telah lama berkecimpung di industri mode.
“Awalnya deg-degan karena ini pengalaman pertama. Tapi saya terinspirasi dari desain mama yang sudah sering go internasional, jadi tertarik untuk ikut kolaborasi,” ujar Lutfia.
Dalam kolaborasi tersebut, Indah Darry dan Lutfia merancang busana melalui diskusi intens, mulai dari pemilihan jenis kain hingga konsep desain. Mereka mengusung ide busana muslim yang tetap modern, tidak terlalu tertutup, serta bisa dikenakan oleh pengguna hijab maupun non-hijab.
“Konsepnya ingin membuat baju yang fleksibel, bisa dipakai siapa saja. Lebih ke gaya modiste, jadi hijab dan non-hijab tetap nyaman,” jelas Indah Darry.
Sebagai keluarga berdarah Betawi, keduanya juga menyisipkan identitas budaya dalam koleksi yang ditampilkan. Mereka ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal Betawi dapat diolah menjadi karya fashion yang relevan dengan selera global.
Creative Director JFP 2026, Nyudi Dwijo Susilo, mengatakan ajang ini melibatkan lebih dari 55 model profesional yang berkolaborasi dengan sekitar 600 model anak dan remaja. Menurutnya, JFP menjadi ruang penting bagi regenerasi talenta di dunia mode Indonesia.
“JFP juga memberi panggung bagi plus-size model dan mature model. Ini adalah pesan kuat bahwa dunia fashion terbuka untuk siapa saja, tanpa diskriminasi usia maupun bentuk tubuh,” ujar Nyudi.
Mengusung tema besar “Vastra Prabha”, JFP 2026 membawa semangat memadukan tren busana global JFP 2026 membawa semangat memadukan tren busana global dengan identitas lokal melalui kekayaan wastra Nusantara. Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga sarana membangun ekosistem industri kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta

