KILASJATENG.ID– Erna Prilyani tak menyangka jika hobi menjahitnya bisa membuatnya menjadi pelaku UMKM yang sukses hingga produknya menembus pasar nasional.
Menarik memori ke belakang, warga Kabupaten Sukoharjo ini mengaku semua berawal saat Pandemi Covid-19. Masa yang menjadi titik balik bagi Erna menjadi sosok pengusaha UMKM seperti saat ini.
“Awalnya terbesit ide membuat tas dari bahan jeans karena melihat tumpukan denim yang tidak terpakai. Saya kepikiran memanfaatkannya dengan menjadi barang baru. Akhirnya satu per satu potongan kain saya rangkai menjadi tas dengan karakter yang unik,” ujarnya.
“Saat itu saya juga sempat ragu apakah akan berhasil atau tidak, bagaimana kalau nanti tidak laku dan pemikiran lainnya. Namun akhirnya saya membulatkan tekad, saat itu pikiran saya yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan,” imbuh Erna.
Dan setelah produk yang dibuatnya jadi ternyata laku untuk dijual. Mulai dari sana Erna pun makin semangat untuk terus berkarya. Hingga kemudian lahirlah DenCraft, usaha yang dirintisnya dari nol hingga bisa semakin berkembang menjadi hasil kerajinan tangan yang memiliki bentuk, identitas dan pasar sendiri.
“Kadang saya menjahit sampai malam, capek, tapi justru di situ saya merasa punya pegangan,” katanya. Dari proses itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas, dan pasarnya sendiri.
Perjalanan membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern. Namun kendala itu akhirnya terpecahkan setelah ia menjadi nasabah PNM Mekaar dan mendapatkan pendampingan usaha. Erna pun mulai belajar memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap usaha.
“Saya sempat berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa dilatih, asal mau terus belajar,” ungkapnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas. Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional, Inacraft 2026 di Jakarta.
“Waktu itu saya diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar.
“Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,” katanya.
Kini, DenCraft tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan keberanian untuk bangkit. Dari bahan sederhana dan proses yang panjang, Erna membuktikan bahwa pemberdayaan bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang perjalanan menemukan kembali kepercayaan diri dan masa depan yang lebih mandiri.*


