KILASJATENG.ID – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menjalin kerja sama dengan Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Purbalingga, Selasa (13/1/2026). Kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh Direktur Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Junjung, S.E., dan Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta bidang lain yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak.
Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya di sektor pariwisata pendidikan.
“Unsoed sebagai tempat belajar ingin dikolaborasikan sehingga harapannya kedua belah pihak dapat saling maju. Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas mendapatkan dukungan akademik keilmuan dari Unsoed, sementara Unsoed dapat belajar langsung dari industri pariwisata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas memiliki potensi besar sebagai lokasi riset, pengembangan, dan pembelajaran berbasis praktik. Dengan 105 program studi yang dimiliki Unsoed, kerja sama lintas bidang dinilai sangat memungkinkan untuk dikembangkan.
“Mulai dari magang, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara kolaboratif dengan Purbasari Pancuran Mas,” tambahnya.
Rektor Unsoed juga menilai Purbasari Pancuran Mas sebagai destinasi wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif. Beragam koleksi ikan, termasuk ikan dari mancanegara, menjadi sarana pembelajaran yang bernilai bagi masyarakat.
“Masyarakat, khususnya anak-anak SD dan TK, tidak perlu pergi ke Sungai Amazon untuk melihat ikan Arapaima Gigas. Cukup datang ke Purbasari untuk melihatnya secara langsung,” katanya.
Sementara itu, Direktur Purbasari Pancuran Mas, H. Junjung, S.E., menegaskan bahwa sejak awal Purbasari mengusung konsep wisata edukasi. Menurutnya, konsep tersebut perlu didukung dengan kegiatan penelitian dan pengembangan.
“Melalui kerja sama dengan Unsoed, mudah-mudahan kami bisa mengembangkan diri dalam bidang penelitian, konservasi, ekosistem, dan lainnya. Purbasari juga bisa bertukar pikiran dengan para pakar dari Unsoed,” tutur Junjung.
Melalui Nota Kesepahaman ini, Universitas Jenderal Soedirman dan Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas berkomitmen untuk bersinergi dalam mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat. (UIP)


