Sumur PPC-01 Lampaui Target, Wamen ESDM Apresiasi PHE Jambi Merang

oleh -324 Dilihat
Tim Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang berfoto bersama di kawasan Sumur eksplorasi, Sumetra Selatan. (Foto: Pertamina)

KILASJATENG.ID – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengapresiasi capaian Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang setelah Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, berhasil on stream dengan produksi yang melampaui target awal.

Sumur eksplorasi PPC-01 merupakan temuan strategis PHE Jambi Merang, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang, Selasa (30/12/2025).

Sumur PPC-01 sebelumnya ditargetkan mulai berproduksi sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD). Namun hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi tercatat mencapai 451,42 BOPD, atau melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Wamen ESDM Yuliot Tanjung menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari SKK Migas hingga PT Pertamina Hulu Energi.

“Apa yang dilakukan merupakan bagian dari upaya peningkatan ketahanan energi nasional dan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Ia menegaskan pihaknya akan terus mendorong percepatan produksi migas nasional yang dilakukan oleh para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Kami terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan intensif dan pendampingan teknis kepada KKKS,” kata Djoko. Menurutnya, keberhasilan Sumur PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi migas secara nyata.

Sementara itu, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produksi migas nasional pada 2026 melalui percepatan sejumlah proyek yang ditargetkan on stream di berbagai wilayah kerja.

“Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR Wilayah Kerja Rokan, hingga Astrea,” ujarnya. Ia menjelaskan, PHE menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi eksisting serta eksplorasi frontier.

Baca Juga  Avatar: Fire and Ash Pimpin Box Office dengan USD 36,5 Juta

Awang menambahkan, Sumur PPC-01 menjadi contoh keberhasilan eksplorasi yang berada dekat dengan fasilitas produksi sehingga dapat mempercepat proses on stream. Di hadapan jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas, ia juga menegaskan komitmen PHE terhadap keselamatan kerja.

“Keselamatan harus selalu diutamakan,” tegasnya. Ia menambahkan, setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman.

Ke depan, Struktur Padang Pancuran diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi. (TRA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News