Segmen Pasar Beda dengan Ojol, Bajaj Maxride Tegaskan Tak Geser Moda Transportasi Lain di Kota Solo

oleh -2 Dilihat
Bajaj Maxride kembali beroperasi di Kota Solo setelaah sempat satu bulan vakum. (Foto: Putri Sejati)
Bajaj Maxride kembali beroperasi di Kota Solo setelaah sempat satu bulan vakum. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Bajaj Maxride menegaskan kehadirannya di Kota Solo tidak untuk menggeser atau menggantikan moda transportasi lain yang terlebih dulu ada di kota bengawan. Lantaran memiliki segmentasi pasar yang berbeda sebagai kendaraan roda tiga.

General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano mengatakan, segmentasi pasar yang dilayani berbeda dengan ojek online (ojol). Layanan Max Auto lebih mengarah pada penggunaan kendaraan roda dua dan roda tiga (Bajaj) yang memiliki karakteristik tersendiri, baik dari sisi kapasitas, fungsi, maupun fleksibilitas penggunaan.

“Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Solo merupakan bagian dari upaya menghadirkan alternatif moda transportasi yang beragam dan inklusif, yakni terbuka dan saling mendukung, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang,” ujarnya.

Karena itu, kehadiran Bajaj Maxride di Solo bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, melainkan untuk mendukung keberagaman pilihan transportasi. Sehingga dengan ekosistem transportasi yang saling melengkapi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak opsi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kami akan tetap memberikan layanan operasional kami demi kepentingan Warga Masyarakat Kota Solo. Karena berdasarkan pemantauan kami di berbagai lini masa Sosial Media,sSangat banyak warga solo yang mendukung dan berharap kami dapat tetap melayani mereka di Kota Solo. Hal ini kami dapatkan dari hasil pemantauan langsung sentimen positif dari pengguna Bajaj Maxride di berbagai konten terkait Bajaj, baik itu yang diterbitkan oleh pihak internal maupun pihak external Bajaj,” tandas Antonio.

Baca Juga  Adira Expo Serba Seru Kembali Hadir di Solo, Tawarkan Beragam Promo

Sebagai platform transportasi, Bajaj Maxride juga menegaskan komitmennya sebagai layanan yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi. Perusahaan membuka pintu selebar-lebarnya bagi driver ojek online yang ingin mendaftar sebagai mitra driver Bajaj Maxride.

“Kita membuka pintu selebar-lebar nya apabila ada driver Ojol ingin mendaftar menjadi driver Bajaj karena kami ingin membuktikan bahwa kami bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan kami Inklusif dan selalu ingin bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lain nya di setiap kesempatan,” paparnya.

Ditambahkan Regional Manager Central Java Bajaj Maxride, Bayu Subollah. Lebih dari sekadar kendaraan umum, Bajaj juga berperan sebagai kendaraan niaga dan operasional. Pengalaman di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak hotel, kawasan wisata, dan area komersial yang telah membeli unit Bajaj untuk digunakan sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, hingga angkutan barang operasional. Model pemanfaatan ini juga dinilai relevan untuk diterapkan di Kota Solo, yang memiliki banyak area wisata, kawasan budaya, dan pusat aktivitas masyarakat.

Baca Juga  Komisi XI DPR RI Sepakati Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

“Kami ingin membuktikan bahwa Bajaj bukan moda transportasi yang eksklusif. Kami justru ingin tumbuh bersama dan bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya di setiap kesempatan,” jelasnya.

Selain itu demi untuk menjaga ketertiban dan keamanan kegiatan operasional di Kota Solo, lanjut Bayu, Bajaj Maxride juga selalu membuka koordinasi dengan lima komunitas ojol lain nya di Kota Solo dan berencana untuk mengadakan Kopdar dengan sejumlah komunitas Ojol di Kota Solo.

“Dari sisi kesejahteraan mitra, Max Auto mencatat bahwa potensi penghasilan driver Bajaj di Kota Solo terbukti menarik. Berdasarkan perhitungan pendapatan periode 1–30 Desember 2025, data internal menunjukkan Top 10 penghasilan driver Bajaj di Kota Solo dengan pendapatan yang kompetitif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif, pemanfaatan kendaraan multifungsi, serta komitmen terhadap inklusivitas, Max Auto optimistis dapat menjadi bagian dari solusi transportasi kota yang saling menguatkan dan berkelanjutan di Kota Solo,” pungkasnya.*

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News