Respati Bidik Predikat Utama hingga Paripurna untuk Kota Layak Anak Solo

oleh -1 Dilihat

KILASJATENG.ID- Wali Kota Solo, Respati Ardi, optimistis predikat Kota Layak Anak (KLA) di Kota Solo dapat meningkat. Ia menargetkan pada tahun 2026 status KLA di Surakarta bisa kembali meraih predikat Utama, bahkan Paripurna.

Hal tersebut disampaikan Respati usai menerima audiensi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Surakarta di Kantor Dinas Kesehatan (DKK) Kota Solo, Rabu 14 Januari 2026.

Pertemuan tersebut membahas strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan Kota Bengawan sebagai kota yang ramah anak dan penyandang disabilitas.

“Bersama APSAI, kami menargetkan pada tahun ini forum anak bisa kembali meraih predikat Utama, bahkan Paripurna. Bismillah, kita semangat menuju Paripurna. Tentu perlu kebijakan yang lebih berdampak agar kota ini benar-benar ramah anak dan disabilitas,” kata Respati.

Dalam diskusi tersebut, Respati juga mengingatkan perusahaan-perusahaan di Kota Solo agar menyediakan fasilitas bagi anak serta pegawai yang memiliki bayi, termasuk mendukung program Posyandu Plus. Ia meyakini upaya tersebut akan membuat Kota Solo semakin terbuka dalam pemenuhan hak anak.

Baca Juga  Update Bencana Sumatra: Korban Meninggal Capai 1.177 Jiwa, 148 Orang Masih Hilang

“Kami juga mengajak untuk mendukung program Posyandu Plus, terutama terkait pendampingan psikolog, karena masih banyak yang perlu kita intervensi terkait pola asuh dan kesehatan psikologis,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I APSAI Surakarta, Wahyu Haryanto, memastikan pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemkot Solo dalam meningkatkan kenyamanan kota bagi anak. Menurutnya, tanggung jawab mewujudkan Kota Layak Anak tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh pihak, termasuk perusahaan.

“Kami yang berada di lingkungan perusahaan juga menghimpun agar kegiatan kami dapat memberikan kontribusi bagi Kota Surakarta untuk mewujudkan Kota Layak Anak,” tuturnya.

Ia mengakui banyak masukan yang disampaikan Wali Kota dalam audiensi tersebut. Salah satunya terkait pentingnya peran perusahaan dalam mendukung Posyandu Plus serta memberikan edukasi kepada orang tua pekerja mengenai bahaya dunia digital bagi anak.

Baca Juga  Kilang Terintegrasi Balikpapan Beroperasi, RI Hemat Devisa hingga Rp60 Triliun

“Banyak masukan yang disampaikan, terutama yang bisa dikerjakan oleh APSAI, agar kami juga bisa berperan di Posyandu Plus,” bebernya.

“Selain itu, soal dunia maya dan internet juga menjadi perhatian. Selama ini fokus kami lebih ke fisik dan kegiatan langsung. Padahal, seperti yang disampaikan Mas Wali, bahaya bagi anak justru banyak berasal dari konten di dunia maya. Jika tidak mendapatkan edukasi, anak-anak bisa terpapar pemikiran negatif,” pungkasnya.

Usai audiensi tersebut, APSAI Surakarta akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendukung pemenuhan indikator Kota Layak Anak. Ia berharap melalui sinergi ini, Kota Solo semakin ramah dan aman bagi anak-anak. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News