KILASJATENG.ID- Setelah sekian lama hanya memiliki wadah berupa perkumpulan yang tersebar di 32 provinsi, akhirnya cabang olahraga domino memiliki organisasi resmi. Yakni Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (ORADO).
Ke depan, ORADO akan berperan sebagai wadah resmi pembinaan atlet domino, penyelenggara kompetisi berjenjang, serta penjaga standar aturan dan etika permainan.
Dan sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan dan memajukan olahraga domino dari permainan rakyat menjadi olahraga nasional yang bermartabat, sportif, dan berprestasi, ORADO menggelar Deklarasi Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu 7 Januari 2026.
Dalam acara yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta jajaran pengurus ORADO menetapkan Yooky Tjahrial sebagai Ketua Umum ORADO.
Dalam sambutannya Menpora Erick Thohir mengatakan, Kehadiran ORADO menjadi pondasi penting agar domino tidak lagi dipandang sekadar permainan, tetapi berkembang sebagai olahraga nasional yang menjunjung sportivitas dan prestasi.
“Karena itu, olahraga domino harus dikelola secara serius, terstruktur, dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum ORADO Yooky Tjahrial mengatakan, Deklarasi Nasional dan Rakernas I ini menjadi langkah awal ORADO untuk menata olahraga domino secara profesional dan terstruktur.
“Melalui kampanye #DominoNaikKelas, kami ingin mengangkat domino menjadi olahraga nasional dan menjaring banyak atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Diketahui sebelum kehadiran ORADO, perkumpulan domino di Indonesia tersebar di 32 provinsi dan belum terhimpun dalam satu organisasi nasional yang terstruktur. Melalui deklarasi ini, seluruh perkumpulan tersebut dipastikan bersatu dalam satu wadah organisasi.
Di sisi lain, ORADO juga telah memetakan pemerataan pembinaan atlet domino di seluruh Indonesia. Saat ini, ORADO memiliki 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan 300 Pengurus Daerah (Pengda) tingkat kabupaten/kota yang bertugas melaksanakan kebijakan serta arahan pengurus pusat.
Dengan struktur tersebut, potensi atlet domino dari berbagai daerah diharapkan dapat terpantau dan dibina secara lebih optimal.
Dan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ORADO juga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk mematangkan program jangka pendek dan jangka panjang organisasi.
Sejalan dengan itu, ORADO juga mengusung semangat #EfekDomino, yakni gerakan perubahan positif yang menular dan berkelanjutan. Melalui olahraga domino, ORADO mendorong partisipasi masyarakat lintas generasi sekaligus menciptakan dampak positif berantai terhadap citra domino sebagai olahraga nasional.
Satu aksi sportif melahirkan komunitas yang sehat, satu komunitas menggerakkan perubahan, hingga akhirnya membangun kebanggaan bersama sebagai bangsa
Melalui Rakernas ini, ORADO menyiapkan langkah strategis, termasuk rencana penyelenggaraan kejuaraan domino terbesar se-Indonesia dalam waktu dekat.
Kejuaraan tersebut dirancang sebagai ajang berjenjang yang mendorong pembinaan atlet dari daerah hingga nasional.
“Kejuaraan skala nasional akan kami gelar tahun ini. Namun, mekanismenya masih kami matangkan. Bisa saja dimulai dari tingkat daerah, kemudian mempertemukan perwakilan daerah di kejuaraan tingkat nasional,” pungkas Yooky.*
.


