KILASJATENG.ID – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memberikan pembelaan tegas terkait kebijakan ekstrem Washington terhadap Venezuela. Melalui platform X pada Minggu (4/1/2026), Vance menegaskan bahwa penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, adalah langkah krusial untuk memutus rantai perdagangan narkoba global dan memulihkan kepentingan ekonomi AS.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas gelombang kritik internasional setelah militer AS melakukan operasi penangkapan terhadap pemimpin Venezuela tersebut pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Kokain dan Ancaman Narkoterorisme
Vance membantah klaim yang menyebut Venezuela tidak terlibat dalam krisis narkoba di AS. Meski Meksiko tetap menjadi fokus utama dalam isu fentanil, Vance menekankan bahwa Venezuela adalah pemain kunci dalam peredaran kokain.
“Memutus atau mengurangi aliran dana dari perdagangan kokain akan secara signifikan melemahkan kekuatan kartel narkoba. Kokain adalah sumber pendapatan besar bagi kartel di Amerika Latin dan ancaman serius yang tidak boleh diabaikan,” tegas Vance.
Ia juga menambahkan bahwa Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro telah menggunakan sumber daya alamnya untuk mendanai aktivitas yang ia sebut sebagai narkoterorisme.
Pembalasan atas Penjarahan Aset Minyak
Selain isu narkotika, Vance menyoroti sejarah pengambilalihan aset minyak milik perusahaan-perusahaan Amerika Serikat oleh pemerintah Venezuela sekitar dua dekade lalu. Menurutnya, Washington tidak bisa lagi bersikap pasif terhadap tindakan yang ia gambarkan sebagai pencurian oleh pemerintahan komunis di Belahan Barat.
“Kita tidak boleh membiarkan pengambilalihan aset yang merugikan kepentingan Washington selama puluhan tahun terus berlanjut tanpa konsekuensi,” tulisnya.
Babak Baru Geopolitik: AS Ambil Kendali
Penangkapan Maduro terjadi hanya sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan operasi militer khusus tersebut. Trump menuduh Maduro mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu dan mengawasi langsung pengiriman narkoba ke wilayah AS.
Langkah mengejutkan lainnya adalah pernyataan Trump bahwa AS akan mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan jika diperlukan guna memastikan stabilitas kawasan.
Status Nicolas Maduro Saat Ini
Saat ini, Nicolas Maduro dilaporkan berada dalam fasilitas penahanan di New York untuk menjalani proses hukum atas berbagai tuduhan terkait narkoba. Di Caracas, para pejabat pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan ini sebagai pelanggaran kedaulatan dan menuntut pembebasan segera sang presiden. Maduro sendiri melalui kuasa hukumnya membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (NVY)
