Hujan Deras Guyur Lereng Lawu, Talud di Karangpandan Longsor Tutup Akses Jalan

oleh -314 Dilihat
Kondisi jalan desa yang tertutup longsor di Dusun Katak, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar (foto: Dok/BPBD)

KILASJATENG.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi memicu bencana tanah longsor di Dusun Katak, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (13/1/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tersebut mengakibatkan sebuah talud pekarangan milik warga bernama Sulomo ambrol. Material longsoran sempat menutup sebagian akses transportasi utama warga di desa setempat.

Dampak Kerusakan dan Kondisi Jalan
Berdasarkan data dari BPBD Karanganyar, talud yang longsor memiliki dimensi panjang 8 meter dengan tinggi 2 meter. Material tanah dan bebatuan yang meluncur ke bawah menutupi setengah badan jalan desa, sehingga sempat menghambat mobilitas masyarakat yang melintas.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, memastikan bahwa tidak ada korban dalam insiden ini.

“Kejadian tersebut disebabkan karena kondisi cuaca hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama. Longsor menutup setengah badan jalan desa, namun tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka atas kejadian tersebut,” ujar Hendro dalam laporan resminya, Rabu (14/1/2026) pagi.

Penanganan dan Kerja Bakti
Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Karanganyar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta menyalurkan bantuan logistik kepada pihak terdampak.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah terkendali. Pihak BPBD bersama pemerintah desa, relawan, dan aparat setempat telah memberikan arahan keselamatan guna mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di lereng Gunung Lawu masih cukup tinggi.

Baca Juga  PGN Dukung Operasional Bon Ami Surabaya Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

1. Rencana Penanganan: Warga masyarakat dijadwalkan akan melaksanakan kerja bakti gotong royong untuk membersihkan material longsoran dari badan jalan dengan pendampingan aparat.

2. Kerugian Materiil: Saat ini tim di lapangan masih melakukan penghitungan terkait total kerugian akibat kerusakan struktur talud.

“Lokasi dalam keadaan kondusif dan terkendali. Akan dilaksanakan kerja bakti pembersihan longsoran oleh warga masyarakat,” pungkas Hendro. (DGB)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News