Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Cilacap, Bangunan Rusak dan Pohon Tumbang

oleh -216 Dilihat
Atap rumah makan di Jalan Rinjani Cilacap ambruk akibat angin kencang yang terjadi di Cilacap, Senin (12/1/2026) (Foto: BPBD Cilacap)

KILASJATENG.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Cilacap, Jawa Tengah, Senin siang (12/1/2026). Terjangan angin yang berlangsung sekitar satu jam tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan rusak serta pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan dan mobilitas warga.

Angin kencang mulai terasa sekitar pukul 12.50 WIB. Salah satu dampak paling mencolok terjadi di Jalan Rinjani, di mana atap sebuah rumah makan roboh dan hampir menutup badan jalan. Kejadian itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan warga di sekitar lokasi panik.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian materiil tidak dapat dihindari akibat kerusakan bangunan dan fasilitas umum.

Selain itu, sebuah pohon mahoni berdiameter sekitar 80 sentimeter tumbang di Jalan Kolonel Sugiono. Pohon besar tersebut menutup sebagian badan jalan dan menghambat mobilitas warga serta pengguna jalan.

Kepala BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi. Petugas segera melakukan penanganan,” kata Taryo, dikutip dari RRI Purwokerto, Senin (12/1/2026).

Proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang dilakukan oleh UPTD PKBD, relawan Kawaga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat kelurahan setempat. Petugas menggunakan dua unit chainsaw untuk mempercepat proses pembersihan sehingga akses jalan kembali normal.

BPBD Cilacap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Kami mengingatkan warga dan perangkat kelurahan agar lebih berhati-hati, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang,” ujar Taryo.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tampa Padang memperkirakan angin dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam berpotensi melanda wilayah Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju bagian selatan.

Baca Juga  Harga BBM Kompak Turun per 1 Januari 2026: Cek Daftar Lengkap Pertamina, Shell, VIVO, dan BP

Forecaster BMKG, Perdinand Hutabarat, mengimbau nelayan untuk lebih berhati-hati sebelum melaut.
“Angin diperkirakan cukup kencang, mencapai sekitar 15 knot atau 30 kilometer per jam,” kata Perdinand, dikutip dari RRI Mamuju, Senin (12/1/2026).

BMKG memprediksi kondisi cuaca sepekan ke depan umumnya berawan dengan potensi hujan ringan yang relatif kecil. Namun demikian, risiko angin kencang tetap perlu diwaspadai, khususnya bagi nelayan di wilayah Sulawesi Barat.

Perdinand menekankan pentingnya masyarakat memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas. BMKG dapat mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga tiga hari sebelumnya dengan pembaruan secara berkala.

Informasi cuaca terkini dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Info BMKG serta kanal resmi BMKG di WhatsApp, Facebook, dan Instagram. (XUP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News