Bocah 5 Tahun Tewas dalam Kasus Pencurian Berujung Sadis di Boyolali, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

oleh -2 Dilihat
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra (ketiga dari kiri) berbincang dengan kakak sekaligus paman korban, Wahyudi (ketiga dari kanan) seusai pemakaman korban berinisial AO di rumah duka, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat sore 30 Januari 2026. Pihak kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan berujung pembunuhan berinisial A di wilayah hukum Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat subuh tadi. (Foto: Irawan)
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra (ketiga dari kiri) berbincang dengan kakak sekaligus paman korban, Wahyudi (ketiga dari kanan) seusai pemakaman korban berinisial AO di rumah duka, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat sore 30 Januari 2026. Pihak kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan berujung pembunuhan berinisial A di wilayah hukum Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat subuh tadi. (Foto: Irawan)

KILASJATENG.ID— Tangis histeris keluarga mewarnai prosesi pemakaman AO (5), bocah yang menjadi korban pencurian dengan pemberatan atau perampokan yang berujung kekerasan sadis di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pemakaman korban berlangsung Jumat 30 Januari 2026, di tempat pemakaman umum desa setempat, tak jauh dari rumah duka.

Isak tangis pecah saat jenazah korban diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman. Sang ayah yang baru tiba dari Kalimantan tampak terpukul dan tak kuasa menahan kesedihan ketika mengantar anaknya ke peristirahatan terakhir.

Selain AO yang meninggal dunia, satu korban lain yakni ibu korban bernama Daryanti masih menjalani perawatan intensif di RSUD Simo, Boyolali. Korban mengalami luka senjata tajam di bagian leher dan kondisinya masih dalam pengawasan tim medis.

Paman korban, Wahyudi, mengatakan pemakaman AO dilakukan setelah menunggu kedatangan ayah korban dari luar daerah.

“Pemakaman dilakukan setelah ayah korban datang dari Kalimantan. Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman desa,” ujar Wahyudi.

Baca Juga  Viral di Medsos Event YIS 2026 Dikeluhkan Orang Tua Peserta, Begini Penjelasan Panitia

Pihak keluarga berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, mengingat korban merupakan anak kecil yang tidak berdosa.

“Kami meminta keadilan. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena korbannya masih anak-anak,” tegas Wahyudi.

Meski demikian, pihak keluarga korban menduga peristiwa sadis tersebut berkaitan dengan persoalan utang piutang antara pelaku dan korban. Wahyudi mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, adiknya sempat terlibat perselisihan dengan terduga pelaku.

“Setahu saya, sebelumnya memang ada masalah utang piutang. Adik saya sempat menagih utang kepada terduga pelaku dan terjadi perselisihan,” ungkap Wahyudi.

Kendati memiliki dugaan tersebut, keluarga korban menyatakan sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Kami serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku seberat-beratnya,” pungkasnya.

Kasus pencurian dengan pemberatan yang menewaskan seorang anak dan melukai satu korban lainnya ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan oleh kepolisian guna mengungkap motif serta peran pelaku secara menyeluruh.

Baca Juga  Angkat Harmoni Akulturasi Jawa–Tionghoa, Imlek 2026 di Kota Solo Dimeriahkan 5.000 Lampion

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyatakan pihak kepolisian berhasil menangkap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam, kami bersama Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan terduga pelaku di Kabupaten Kudus dan menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban,” kata AKBP Indra Maulana Saputra, Jumat sore, seusai menghadiri pemakaman korban.

Saat ini, terduga pelaku masih dalam perjalanan menuju Polres Boyolali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait motif pelaku, polisi masih melakukan pendalaman.

“Motif masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh Satreskrim Polres Boyolali,” tambah Kapolres.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News