Berdampak Positif, Festival Film Desa Bakal Jadi Agenda Rutin Peringatan HDN

oleh -1 Dilihat
Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memberikan sambutan saat acara Layar Tancep Festival Film Desa rangkaian acara peringatab Hari Desa Nasional 2026 di halaman Gedung Lembu Sora kompleks Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu 14 Januari 2026 malam. (Foto: dok Red)
Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memberikan sambutan saat acara Layar Tancep Festival Film Desa rangkaian acara peringatab Hari Desa Nasional 2026 di halaman Gedung Lembu Sora kompleks Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu 14 Januari 2026 malam. (Foto: dok Red)

KILASJATENG.ID – Festival Film Desa menjadi salah satu lomba yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) tahun 2026. Sekitar 300 judul film dari seluruh penjuru tanah air turut berkompetisi menunjukkan potensi dan ciri khas desa masing-masing.

Lima finalis dalam ajang tersebut disaksikan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Mendes PDT RI) Yandri Susanto, Wamendes PDT RI Ahmad Riza Patria beserta segenap jajaran pejabat di Kemendes PDT. Tak ketinggalan Anggota DPR RI, Muhammad Hatta, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno serta Bupati Boyolali Agus Irawan dan Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana.

Menghidupkan memori suasana desa zaman dahulu, kelima film tersebut ditonton melalui layar tancap yang digelar di halaman Gedung Lembu Sora Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Kamis (14/1/2026) malam. Seluruh yang hadir malam itu terlihat menikmati setiap film yang diputar.

Disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo, Festival Film Desa ini adalah upaya untuk menggali potensi terpendam. Hal ini dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan bahwa penonton film di Indonesia mencapai 80 juta setahun, dimana 60 persen diantaranya adalah penonton film lokal. Dan nilai ekonomi bisnis film ini mampu menembus angka Rp 130 triliun.

Samsul mengungkapkan, saat ini film-film laris di Indonesia banyak yang mengangkat tema desa, namun masyarakat di desa belum bisa menikmati keberhasilan tersebut. Untuk itu ia memastikan Festival Film Desa ini akan menjadi agenda tahunan setiap Peringatan HDN, untuk menggali potensi-potensi yang ada di desa.

Selain itu, Samsul juga masih menyayangkan minimnya jumlah gedung film yang ada di Indonesia, yaitu 517 gedung dengan 2.145 layar di seluruh Indonesia. Padahal sekarang ini banyak sekali pembuat film

“Kami sebenarnya ingin menggerakkan kembali misbar, bioskop keliling dan sebagainya sebagai satu campaign sebenarnya, jadi ini sebagai upaya jadi nanti bisa kami putar di balai desa.” ujar Samsul.

Baca Juga  Dukung Pariwisata Solo, Manajemen Max Auto dan Maxride Audiensi dengan Pelaku Wisata

Sementara itu, Mendes Yandri mengaku senang dengan film-film yang ikut beradu dalam festival ini. Para pemainnya adalah anak muda, yang berarti hal tersebut bisa menekan laju urbanisasi. Karena yang dikhawatirkan saat ini adalah para pemuda yang sudah tidak bangga lagi menjadi orang desa. Menurut Mendes Yandri ini berbahaya, karena bisa mengancam keberlangsungan desa.

“Insyaallah dengan komitmen kita bersama, desa-desa di Indonesia akan semakin maju, dan akan lahir sineas-sineas yang handal untuk Republik Indonesia.” ungkap Menteri Yandri.

Adapun lima finalis film yang diputar malam hari itu adalah Mijil dari Kabupaten Gunung Kidul, Kampung Abar dari Kota Jayapura, Panca Waluya dari Kabupaten Purwakarta, People dari Kabupaten Polewali Mandar, dan Update Status dari Kabupaten Banyuwangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News