KILASJATENG.ID – Audi resmi tampil di ajang Formula 1 mulai musim 2026 dengan identitas tim baru. Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses pembaruan identitas (rebranding) tim Sauber setelah seluruh saham Sauber Holding diakuisisi penuh oleh pabrikan otomotif asal Jerman tersebut beberapa waktu lalu.
Rebranding ini menandai transisi total proyek Formula 1 ke tangan Audi. Pabrikan berlambang empat cincin itu kini memegang kendali penuh atas aspek teknis dan operasional tim, seiring persiapan menyambut penerapan regulasi baru Formula 1 pada 2026.
Dalam debut resminya, Audi menggandeng perusahaan teknologi keuangan (fintech) Revolut sebagai sponsor utama. Kolaborasi tersebut membuat tim akan berkompetisi dengan nama Audi Revolut F1 Team pada musim 2026.
Revolut tidak hanya berperan sebagai sponsor, tetapi juga sebagai mitra strategis. Perusahaan fintech global itu akan terintegrasi dalam sistem operasi keuangan tim, sekaligus menghadirkan inovasi pada pengalaman penggemar Formula 1 di berbagai platform digital.
Memulai era barunya di F1, Audi menetapkan fondasi jangka panjang dengan target perebutan gelar juara dunia pada 2030. Manajemen menegaskan tidak memasang target instan seperti podium dalam waktu dekat, melainkan fokus membangun basis tim yang kuat dan berkelanjutan.
CEO Audi Motorsport, Gernot Döllner, menyebut ambisi tersebut sarat tantangan sekaligus peluang besar. Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran besar tim Audi F1 yang menampilkan livery mobil R26 di Berlin, pada 20 Januari lalu.
“Hari ini bukan sekadar peluncuran tim, melainkan pengumuman resmi dimulainya era baru bagi Audi di Formula 1,” ujar Döllner. “Kami hadir bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi untuk mendefinisikan masa depan Vorsprung durch Technik.”
Pada musim 2026, Audi tetap mempertahankan formasi pembalap sebelumnya, yakni Gabriel Bortoleto dan Nico Hülkenberg. Duet tersebut diproyeksikan menjadi pilar penting dalam membangun fondasi kompetitif Audi menjelang era barunya di Formula 1. (ERW)
