KILASJATENG.ID– Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyiapkan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) modular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di rest area tol di wilayah Jateng dan DIY.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan mengatakan, setidaknya ada 18 layanan BBM modular yang disiapkan pihaknya baik di wilayah tol maupun non tol.
“Untuk jalur tol terdapat satu Pertashop serta tambahan 12 titik modular dengan total modular sebanyak 14 unit modular dan 10 tenda kemasan yang beroperasi selama masa Satgas dimulai yakni 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Sedangkan untuk jalur non tol ada empat titik tambahan layanan modular,” ujarnya disela-sela meninjau kesiapan layanan Nataru di SPBU Rest Area 519 B, Sragen, Selasa 23 Desember 2025.
Taufiq menambahkan, BBM Modular ada yang didirikan di rest area yang belum ada SPBU-nya maupun yang sudah ada SPBU. Sebab fungsi modular tidak hanya untuk memudahkan masyarakat mencari BBM, namun juga memecah antrean di SPBU yang ada di rest area.
“BBM Modular ada dua fungsi yang pertama kita taruh di rest area seperti di 538A tadi yang berfungsi untuk memberikan layanan energi di SPBU yang di rest area yang tidak ada SPBU-nya. Sehingga pengunjung bisa mengisi di rest area tersebut. Yang kedua, dia kita tempatkan di SPBU seperti ini itu gunanya untuk memecah antrian. Jadi ketika ada antrian yang mengular di SPBU ini nanti bisa dibantu oleh outlet yang relatif lebih portable dan bisa membantu memecah antrian. Di seluruh SPBU kita siapkan marshal yang berfungsi untuk mengatur antrian. Kemudian di SPBU juga kami himbau kepada konsumen itu tersedia promo-promo menarik,” paparnya.
Adapun terkait stok, Taufiq menjamin stok aman. Sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Nataru tidak perlu khawatir. Sebab pihaknya telah memprediksi adanya lonjakan konsumsi BBM selama masa Nataru dan sudah melakukan antisipasi dengan melakukan penambahan.
“Prediksi peningkatan konsumsi gasolin sekitar 3%, tapi mayoritas yang akan naik adalah nonsubsidi. Sebab berdasarkan pengalaman selama Lebaran kemudian Natal dan Tahun Baru, konsumen secara psikologis takut di jalan terjadi sesuatu, sehingga mereka lebih cenderung memilih bahan bakar berkualitas. Sedangkan untuk gas oil prediksinya akan turun karena ada larangan pembatasan perjalanan bagi kendaraan logistik yang akan melintas di jalur baik tol maupun non tol,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelaku perjalanan yang singgah di SPBU Rest Area 519 B, Galih, mengatakan selama perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta ia tidak menemui kesulitan untuk mengisi BBM.
“Selama ini, tidak ada kendala untuk BBM, mudah mencari seperti di rest area ini,” ucapnya.*


