Per September, BEI Catat Jumlah Investor Saham di Indonesia Lampaui 6 Juta

oleh -23 Dilihat
Edukasi Pasar Modal yang dilakukan Kantor Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 2. (Foto: dok BEI Jateng 2)
Edukasi Pasar Modal yang dilakukan Kantor Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 2. (Foto: dok BEI Jateng 2)

KILASJATENG.ID- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor saham di Indonesia mencapai lebih dari 6 juta single investor identification (SID), tepatnya 6.001.573 SID berdasarkan data per Rabu 25 September 2024. 

Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, jumlah SID yang tercatat tersebut merupakan sebuah pencapaian baru. Menurutnya kondisi pertumbuhan investor saham ini mengindikasikan keyakinan investasi di pasar modal Indonesia yang masih cukup terjaga meski dihadapkan kepada situasi ekonomi global dan domestik yang dipenuhi dengan ketidakpastian. 

“Partisipasi investor ritel masih terjaga, dengan secara keseluruhan investor domestik masih menguasai, baik dari segi kepemilikan ataupun transaksi,” ujar Iman. 

Ia memaparkan, sepanjang tahun ini, BEI telah mencatat pertumbuhan lebih dari 744 ribu investor baru saham. Sampai dengan Agustus 2024, investor lokal masih mendominasi kepemilikan saham di BEI dengan persentase 51,5 persen berbanding 48,5 persen porsi kepemilikan investor asing. 

“Kepemilikan investor individu juga masih dominan dengan persentase 53,3 persen dengan rincian 38,3 persen kepemilikan investor institusi dalam negeri dan 15 persen investor individu berbanding 46,6 persen kepemilikan investor institusi,” paparnya.  

Terkait capaian baru tersebut, Iman mengatakan hal tersebut tak lepas dari kontribusi dan kolaborasi dalam melakukan sosialisasi investasi di pasar modal yang dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai pemangku kepentingan, seperti Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan komunitas pasar modal lainnya. 

Baca Juga  Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Kriya di BBSPJIKB Jogja Supaya Tersertifikasi

Menurutnya, berkat kerja sama dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, kinerja pasar modal Indonesia akan terus terjaga ke depannya. Sedangkan BEI sendiri dari Januari hingga Agustus 2024, telah melaksanakan lebih dari 17.083 kegiatan edukasi pasar modal yang menjangkau lebih dari 19,1 juta peserta di seluruh Indonesia. 

“BEI terus menggali potensi-potensi baru dari sisi produk, supply maupun peningkatan jumlah investor,” kata Iman. 

Ditambahkan Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik. BEI selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia. 

“Salah satu pilar utama dalam pengembangan ini adalah pemberian edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), pendirian Galeri Investasi (GI) BEI, dan Kampanye #AkuInvestorSaham yang telah berhasil menarik jutaan investor baru,” ujar Jeffrey. 

Melalui program SPM, BEI terus melakukan edukasi pasar modal secara berkala. Program ini terbuka untuk semua kalangan dan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu SPM rutin (luring dan daring), SPM Syariah, serta SPM untuk institusi dan komunitas. 

Baca Juga  Fasilitas Wajib Pajak Pahami Fitur Coretax, DJP Luncurkan Simulator

Selain itu, BEI juga memperluas akses ke dunia investasi melalui pendirian GI BEI yang telah bekerja sama dengan berbagai universitas dan Anggota Bursa di seluruh Indonesia. Saat ini BEI telah memiliki 927 GI BEI di seluruh Indonesia. 

“GI BEI menjadi strategi kami untuk mendekatkan dunia pasar modal dengan para akademisi, generasi muda, serta komunitas. Kami ingin menanamkan budaya investasi sejak dini, sekaligus mendorong regenerasi investor yang cerdas dan melek investasi,” jelasnya. 

Kampanye #AkuInvestorSaham juga menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan investor lokal. 

“Regenerasi investor di pasar modal kita menunjukkan angka yang sangat baik yang tercatat sekitar 79 persen adalah investor berusia di bawah 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan pasar modal dan perekonomian Indonesia,” kata Jeffrey. 

Dengan berbagai inisiatif yang terus berkembang, BEI optimistis pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia akan semakin pesat, seiring dengan meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat.* 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.