Sosok dan Profil Cak Nun, Budayawan yang Mengalami Pendarahan Otak Hingga Dirawat Intensif di Rumah Sakit

oleh -411 Dilihat
Budayawan Cak Nun dilarikan ke rumah sakit karena alami pendarahan di otak. (Sumber: Instagram/caknundotcom)
Budayawan Cak Nun dilarikan ke rumah sakit karena alami pendarahan di otak. (Sumber: Instagram/caknundotcom)

Kilasjateng.id-Cak Nun atau Emha Ainun Najib, budayawan dan cendekiawan muslim dikabarkan sakit dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta sejak Kamis (6/7/2023). Diketahui, Cak Nun mengalami pendarahan otak dan dikabarkan kini kondisinya semakin membaik.

Kabar ini pun mengejutkan publik hingga nama Cak Nun menjadi trending topik di Twitter. Warganet pun ramai mendoakan kesembuhan sang budayawan agar sehat seperti sedia kala. Untuk mengingat kembali mengenai sang budayawan dan pendakwah tersebut, berikut adalah profil Cak Nun alias Emha Ainun Najib.

Profil Cak Nun
Cak Nun memiliki nama lengkap Muhammad Ainun Nadjib dan dikenal sebagai tokoh keagamaan, penyair, budayawan, dan cendikiawan yang cukup terkenal. Beliau lahir di Menturo, Sumobito, Jombang, Jawa Timur pada 27 Mei 1953.

Cak Nun memulai pendidikan formalnya di Sekolah Dasar di desanya. Namun, ia tidak sempat lulus karena keluar dari sekolah. Sang ayah kemudian memasukannya ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia sempat menggugat kebijakan keamanan di pondok karena dinilai tidak berlaku adil. Hal ini ia lakukan pada masa tahun ketiga di pondok.

Protes tersebut berujung ia dikeluarkan dari pondok meski baru 2,5 tahun berada di pondok. Meskipun begitu, berada di Pondok Modern Darussalam Gontor tetap memberikan kesan mendalam untuknya. Hal ini terbukti dengan adanya budaya santri yang mengakar kuat di dalam dirinya.

Ia kemudian pindah ke Yogyakarta dan melanjutkan sekolah di SMP Muhammadiyah 4 dan melanjutkan di SMA Muhammadiyah 1 hingga lulus. Setelah lulus SMA, ia diterima di Fakultas Ekonomi UGM dan hanya bertahan satu semester.

‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’ Sukses Cegah Stunting, Ganjar Terima Penghargaan

Cak Nun kemudian menikah dengan Neneng Suryaningsih pada tahun 1979 dan dikaruniai seorang anak bernama Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang kemudian menjadi vokalis band Letto. Namun, pernikahan keduanya tidak bertahan lama dan memutuskan untuk bercerai.

Cak Nun kemudian menikah kembali pada tahun 1997 dengan Novia Kolopaking, seorang penyanyi dan artis sinetron. Pernikahan tersebut mereka dikaruniai empat anak, tetapi satu anak meninggal dalam kandungan.

Sementara itu, berikut adalah perjalanan karier Cak Nun:

Baca Juga  Kuwait Batalkan Uji Coba, Timnas Indonesia Kehilangan Lawan Jelang Kualifikasi Dunia

Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970)
Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976)
Pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta)
Pemimpin Grup musik Kyai Kanjeng
Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media
Cak Nun bahkan mendapat julukan manusia multidimensi karena kepiawaiannya dalam bidang pemikiran, sastra, seni, musik, agama, dan banyak lagi. Dia terkenal dengan kelompok gamelan Kiai Kanjeng, pengajian Padangmbulan, dan terakhir Majelis Maiyah.

Ia juga kerap membuat beberapa kutipan dalam acara dakwahnya. Kutipan tersebut kerap kali sarat akan filsafat. Berikut adalah beberapa kutipan dari Cak Nun mengenai rasa sakit.

1. Sakit adalah bagian dari kelengkapan sebab akibat untuk dikelola oleh manusia menuju ketangguhan, kedewasaan, kematangan dan kesaktian.

2. Jika engkau dipuji dan dimaki, dikafirkan atau dianggap Kiai, dibuang atau dijunjung bagaikan Nabi.

3. Sakit yang terdalam adalah yang tak terlihat oleh mata, dan kesedihan paling mendalam adalah yang tak mampu terucap dengan kata-kata.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News