KILASJATENG.ID– Dua aset milik terpidana kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya dan Asabri, Benny Tjokrosaputro yang berada di Solo Raya, Jawa Tengah, yang saat ini disita Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) bakal dilelang.
Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Undang Mugopal mengatakan, pihaknya akan melakukan pelelangan terhadap dua aset yang sudah disita tersebut. Dimana nanti uang hasil lelang akan dimasukkan ke kas negara sebagai pembayaran uang pengganti.
“Sebagaimana kita ketahui putusan perkara Asuransi Jiwasraya sudah inkrah dimana terpidana Benny Tjokrosaputro dibebani membayar uang pengganti Rp6 triliun. Artinya dia berhutang kepada negara dan salah satu caranya adalah melakukan tracing aset miliknya dan kebetulan di Solo Raya berdasarkan penelusuran aset ditemukan ada dua set tersebut,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Kamis 27 Juli 2023.
Ia mengatakan untuk aset milik Benny Tjokrosaputro di Kota Solo yang disita terdiri dari tujuh bidang tanah dengan luas total 43,216 meter persegi. Sedangkan yang ada di Kabupaten Sukoharjo tercatat sebanyak 35 bidang dengan luas lahan 83,39 meter persegi.
“Jika nanti hasil lelang ternyata tidak mencukupi uang pengganti yang harus dibayarkan, maka kita akan mencari lagi aset lainnya sehingga uang pengganti sebesar Rp6 triliun tersebut terpenuhi,” tandasnya.
Ia mengatakan sebelum dilakukan pelelangan langkah yang akan dilakukan setelah sita eksekusi adalah menyerahkan aset tersebut ke Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk diproses sesegera mungkin sehingga bisa dilakukan pelelangan.
“Dan selama itu akan kita titipkan ke pejabat pemerintah setempat yang ada di sini (Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo) supaya jangan sampai beralih haknya. Misalnya diperjualbelikan, karena itu kita titipkan ke pemegang wilayah yang ada di sini,” paparnya.
Terkait nilai aset tersebut, Undang mengatakan belum bisa memastikan lantaran nantinya aset tersebut akan terlebih dahulu diappraisal untuk mengetahui berapa nilainya.
“Sekarang kami belum bisa menentukan harganya karena harus ahlinya juga dari Kementerian Keuangan untuk menghitung appraisal tanah. Biasanya tanah appraisal berdasarkan harga pasaran sama NJOP, kita kan belum tahu harga pasaran berapa NJOP-nya berapa,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua aset milik Benny Tjokrosaputro yang disita Kejari Jakpus adalah Pandawa Water Boom di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dan sejumlah tanah di kawasan Benteng Vastenburg, Kota Solo.*