Antraks Sebabkan Korban Jiwa, Padukuhan Jati Gunungkidul Dilokalisir Cegah Penularan

oleh -288 Dilihat
Ilustrasi: Pemkab Gunungkidul lokalisir Padukuhan Jati sebagai tindak lanjut kasus antraks sapi yang merebak.
Ilustrasi: Pemkab Gunungkidul lokalisir Padukuhan Jati sebagai tindak lanjut kasus antraks sapi yang merebak.

Kilasjateng.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melokalisir Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Semanu untuk memutus persebaran antraks sapi.

Hal itu dimaksudkan agar wilayah lain tidak ikut terpapar penyakit antraks yang tengah merebak di wilayah tersebut. Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyampaikan, untuk sementara waktu pemerintah setempat mengambil langkah melokalisir Padukuhan Jati.

Selain untuk memutus penularan, langkah tersebut diambil agar memudahkan petugas memantau ternak sapi yang berpenyakit antraks.

“Kami sudah mampu melokaliasi dan ternyata kejadian hanya di dusun jati. Ternak di Jati dilokalisasi agar tidak keluar dari Jati sehingga mudah bagi kita melakukan pemantauan,” kata Heri, Rabu 5 Juli 2023.

Ia memastikan, dengan melokalisir ternak di Padukuhan Jati dapat meminimalisir penularan hingga wilayah lain. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk tetap memberikan edukasi ke masyarakat agar mewaspadai pergerakan ternak sapi.

Baca Juga  Demokrat DIY Gelar Rakerda: Bidik Kebangkitan Politik Menuju Pemilu 2029

“Pentingnya koordinasi terus agar tidak melebar ke tempat-tempat lain. Bagaimanapun ini penyakit menular, apabila edukasi kepada masyarakat tidak berjalan dengan baik yang dikhawatirkan pasar yang bergerak kesana kemari akan berdampak pada penularan ke tempat-tempat lain,” sambung Heri.

Berdasarkan laporan dan data, hingga sekarang sudah ada enam sapi dan enam ekor kambing yang positif terpapar antraks di Padukuhan Jati. Untuk saat ini petugas masih melakukan pemantauan di wilayah tersebut.

“Total di Jati belum dapat laporan, tapi yang terkena akibat antraks 6 sapi 6 kambing,” sebutnya. Perlu diketahui sedikitnya 87 orang positif terpapar penyakit yang dibawa ternak sapi ini usai mengonsumsi daging sapi yang mati sakit.

Baca Juga  Jadwal DAMRI Semarang-Jogja Hari ini

Penyakit antraks ini juga telah menewaskan satu warga setempat berusia 73 tahun yang sebelumnya sempat menyembelih dan mengonsumsi sapinya yang mati karena sakit.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News