“Esport menjadi ruang diplomasi bagi pemuda-pemuda kita, dan kenyataan itu tidak bisa ditolak,” kata Ganjar dalam rilis yang diterima Kompas.com.
“Mengajak mereka ngobrol lebih intens tentang dunianya, tentang rencana dan targetnya, darisitu kita bisa menyiapkan infrastruktur yang sesuai dengan harapan mereka,” tambahnya.
“Dari situ kita bisa mengoptimalkan seluruh bakat yang terlibat dalam dunia Esport ini. Dunia ini bukan hanya bicara tentang player, tetapi juga ada coach, talent scouting, analis, manager dan lain sebagainya,” tuturnya.