Sat Set di Jalan Sempit, Bajaj Maxride Jadi Alternatif Angkutan Wisata dan Solusi Logistik UMKM di Solo

oleh -3 Dilihat
Body ramping membuat Bajaj Maxride cocok menjadi moda transportasi di kawasan wisata dengan tipe jalanan sempit. (Foto: Putri Sejati)
Body ramping membuat Bajaj Maxride cocok menjadi moda transportasi di kawasan wisata dengan tipe jalanan sempit. (Foto: Putri Sejati)

KILASJATENG.ID– Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Solo tidak hanya menjadi alternatif transportasi massal yang bisa dipilih masyarakat, namun juga menjadi solusi angkutan di kawasan wisata serta pengiriman barang. 

Pasalnya, armada Bajaj Maxride, yang menggunakan tipe Bajaj RE, memiliki body ramping, namun memiliki ruang yang luas. Sehingga sangat pas digunakan untuk melaju di jalanan yang sempit namun tetap ramah lingkungan. 

“Bajaj RE yang digunakan Bajaj Maxride dibekali teknologi mesin Euro 4 yang membuat performanya lebih halus, minim getaran, tidak bising, hemat bahan bakar, serta lebih ramah lingkungan. Hal ini menjadikan Bajaj RE nyaman digunakan di kawasan pemukiman, destinasi wisata, hingga area perkotaan Solo yang membutuhkan kendaraan dengan tingkat kebisingan rendah dan emisi yang lebih bersih dan mampu melalui jalanan sempit dan menembus kemacetan dengan nyaman,” ujar Regional Manager Bajaj Maxride Jawa Tengah, Bayu Subollah di sela-sela kegiatan riding experience jelajah Kota Solo dengan Bajaj Maxride di Kampung Batik Kauman, Selasa 23 Desember 2025. 

Dan dengan kapasitasnya yang luas, tambahnya, Bajaj Maxride bisa mengangkut satu hingga  tiga penumpang. Sekaligus mampu menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan logistik UMKM yang ada di Solo sebagai kendaraan angkutan barang. Sebab dengan bagasi belakang yang luas, kendaraan ini mampu membawa beban hingga 300 kilogram dalam satu kali pengiriman, menjadikannya solusi efektif bagi UMKM Solo untuk layanan instant delivery Pada Aplikasi Maxride, distribusi produk, hingga operasional usaha dengan biaya yang sangat terjangkau.

“Kehadiran kami ini sebagai komitmen juga untuk keberlangsungan atau sustainability dari pariwisata. Ini yang kami lakukan juga di Jogja. Jadinya sebenarnya kalau di Jogja kebermanfaatan kami itu datangnya bukan hanya dari sisi online. Driver kami itu kebanyakan itu kegiatannya untuk kegiatan pariwisata. Dan ini yang juga kami mau replikasi untuk di Solo,” ungkap Bayu

“Seperti di Kampung Kauman ini jalan-jalannya kan sempit sehingga sulit dijangkau dengan kendaraan besar. Sama seperti di Kampung Batik Laweyan dan tempat wisata lainnya di Solo. Sehingga Bajaj Maxride sangat cocok dijadikan angkutan wisata yang lokasinya masuk-masuk ke gang seperti ini. Jadinya memang keberadaan kami ini bukan hanya untuk online tetapi juga untuk mensupport pariwisata dan UMKM yang ada di Kota Solo,” imbuhnya.  

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Januari 2026 Stabil

Dari sisi UMKM, Bayu mengatakan pihaknya juga ingin membawa manfaat bagi pelaku UMKM di Kota Solo. Dan salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan menggandeng komunitas UMKM yang ada di kota bengawan untuk berkolaborasi. 

“Insyaallah mungkin bulan depan pun kita akan mengadakan event untuk men-support UMKM yang ada di Kota Solo atau khususnya di daerah Kauman ini,” kata dia.  

Sementara itu, salah satu pengemudi Bajaj Maxride, Makrubudin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa memberikan jalan bagi kendaraan roda tiga tersebut untuk beroperasi dengan baik di kota bengawan. Lantaran sejatinya banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan moda transportasi baru tersebut. 

“Dulu awal-awal sangat ramai, tapi semenjak ada pelarangan jadi sedikit menurun. Kalau dari jenis penumpang, yang banyak malah penumpang dari perumahan-perumahan gitu, kalau yang ke tempat wisata hanya 30 persennya saja,” tuturnya.*

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News